Aksi Doa Bersama Depan Mapolda Sumsel, Daerah Lain Bakar-Bakaran

Aksi massa luapan kekesalan rakyat terhadap para wakil rakyat di Senayan meluas. Isunya pun tak lagi hanya soal protes kenaikan tunjangan dewan. Tapi juga soal tewasnya Affan Kurniawan (20)-Istimewa-
SUMSEL - OKU EKSPRES COM- Aksi massa luapan kekesalan rakyat terhadap para wakil rakyat di Senayan meluas. Isunya pun tak lagi hanya soal protes kenaikan tunjangan dewan. Tapi juga soal tewasnya Affan Kurniawan (20), seorang driver ojol yang terlindas kendaraan taktis (rantis) aparat di Jakarta dan lainnya.
Saat daerah lain berlangsung anarkis, ratusan driver ojol dan anggota Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel justru bertekad gelar aksi damai yang teduh. Aksi depan Mapolda Sumsel, Sabtu (20/8) digelar sebagai bentuk keprihatinan atas meninggalnya almarhum Affan.
Sebelum orasi dan menyampaikan pernyataan sikap, massa aksi melakukan doa bersama. dan membaca Al-Fatihah kepada almarhum Affan. "Ini aksi duka. Tidak ada anarkis dan bukan aksi balas dendam. Kalau ada yang anarkis, silakan tangkap," tegas salah seorang orator setelah pembacaan doa untuk almarhum Affan.
Dalam orasinya, Ketua ADO Sumsel Muhammad Asrul Indrawan memberikan apresiasi kepada Polda Sumsel. Mereka lega karena aksi damai yang digelar kemarin tidak dijaga persone; Brimob dan barakuda.
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Serukan Perluasan Jaminan Sosial
BACA JUGA:JPU Kejati Sumsel Tuntut Mati Alfin Kurir Narkoba
"Terimakasih aksi ini tidak dijaga oleh Brimob dan Barakuda. Jujur kami masih trauma. Untung tidak ada di sini," ucap dia. Asrul menambahkan, pihaknya menuntut agar para pelaku yang melindas almarhum Affan diungkapkan identitasnya kepada public.
"Jangan sampai ada aktor bayaran. Jelaskan siapa pelakunya, namannya, pangkatnya dan tugas di mana. Di Polda Sumsel ini juga ada Brimob, tapi pastinya bukan Brimob di sini. Mereka itu oknum-oknum, jangan dilindungi. Sebutkan siapa, pecat dan berikanlah hukuman yang sesuai," cetusnya. Orasi dilanjutkan driver-driver lain secara bergantian.
Massa juga minta kepada Kapolri untuk membantu keluarga korban, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Dr Harryo Sugihhartono bersama Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Hadi Wiyono menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Affan.
Kapolrestabes juga mengapresiasi jalannya aksi damai ratusan driver ojol dan anggota ADO Sumsel kemarin berjalan aman dan ntertib. "Alhamdulillah aksi yang dilakukan teman teman dari ADO dan driver online berlangsung damai, tidak anarkis. Mari kita jadikan Sumsel sebagai percontohan di wilayah lain. Aksi tetap berjalan, tapi tidak anarkis," imbuhnya.
BACA JUGA:Karhutla Sumsel Capai 1.400 Hektare, OKU Selatan Satu-Satunya Zona Hijau
BACA JUGA:Polda Sumsel Bongkar Tambang Batubara Ilegal
Aksi yang kurang berlangsung satu jam diakhiri salam komando antara pengurus dan anggota ADO Sumsel serta para driver ojol dengan Kapolrestabes dan Dir Intelkam Polda Sumsel. Setelah aksi itu, anggota ADO Sumsel langsung melakukan penggalangan donasi untuk almarhum Affan.
Rencananya, 1 September nanti bakal ada aksi lagi dari kalangan mahasiswa dengan tujuan ke DPRD Provinsi Sumsel. Aksi itu seharusnya berlangsung Jumat (29/8). Namun dimundurkan ke hari Senin. Aksi-aksilah, tapi jangan lah ribut. Kita sekarang saja sudah susah mau cari makan, apalagi kalau sampai ribut dan anarkis, ujar Hendra, warga Palembang.