Tionghoa Sholehah

Kamis 28 Aug 2025 - 21:38 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Eris Munandar

Tahun ini memberangkatkan lagi enam santri. Peminatnya lebih banyak tapi proses seleksinya diperketat. Di pondok pesantren Nurul Jadid memang ada jurusan bahasa Mandarinnya.

Enam orang itu adalah Ahmad Sultan Alaudin, Elvira Aulia Putri, Joenatha, Hijriyatus Sholehah, Nadia Khotimatul, Muhammad Munir, dan Ramadhana Catriona Zerlinda. Lebih banyak santriwatinya.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Nama-nama itu tentu sulit dieja oleh para dosen mereka di sana. Saya sulit membayangkan bagaimana dosen mereka memanggil nama Ramadhana Catriona Zerlinda.

Ada jalan keluarnya. Mereka akan punya nama Tionghoa di sana. Setiap mahasiswa Indonesia punya nama Tionghoa di sana. Saya pun jadi penasaran: siapa kira-kira nama Tionghoa untuk santriwati seperti Hijriyatus Sholehah.

Kepala SMA Nurul Jadid Drs Rahardjo menyebut pemberangkatan mereka itu didukung oleh Lembaga Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (LKPBT) Jawa Timur.

Setiap kali ke Tiongkok saya dengan mudah bertemu mahasiswa yang latar belakangnya pesantren. Wanitanya pakai jilbab. Di kota mana saja. Pun seperti ketika saya ke kota sekecil Rizhao, Shandong, kapan itu.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Disway sendiri tahun ini ditunjuk untuk mengirim wartawan ke Tiongkok. Hanya Disway dan Kompas. Selama lima bulan di sana.

Disway menunjuk Doan Widhiandono, untuk tugas itu. Doan sudah berangkat pekan lalu. Di sana ia akan merasakan bekerja bersama awak media Tiongkok di perusahaan media mereka.

Dulu Amerika yang menyediakan fasilitas seperti itu. Kini Tiongkok yang melakukannya. Tentu dengan bahasa dan gaya yang berbeda.(Dahlan Iskan)

Kategori :