Hasil Panen Belum Maksimal Terganjal Hama dan Pupuk

Desa Lubuk Baru, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten OKU melakukan panen raya jagung. -Foto: Istimewa-Eris
SOSOH BUAY RAYAP - Desa Lubuk Baru, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menjadi sorotan dalam Panen Raya Jagung Serentak Tahap I se-Kabupaten OKU.
Dari lahan seluas 5 hektare, petani setempat berhasil memanen sekitar 25 ton jagung, menandai capaian positif bagi ketahanan pangan daerah.
Mustofa, pemilik lahan, mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen perdana tahun ini. "Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan," ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa produktivitas belum maksimal akibat serangan hama sejak masa tanam, yang menyebabkan sebagian tanaman gagal panen.
BACA JUGA:Ajak Makmurkan Masjid Al-Aziz
BACA JUGA:Leo / Bagas Kalah, Indonesia Pulang Tanpa Gelar
Penyuluh Pertanian Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Ahmad Subeky, menanggapi keluhan tersebut.
"Masalah hama memang sering dikeluhkan petani, selain kendala pengadaan pupuk bersubsidi," jelasnya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar produktivitas hasil panen di kabupaten OKU bisa lebih optimal.
Kegiatan ini juga dihadiri Kasat Binmas Polres OKU, AKP Ujang Abdul Aziz, S.E., yang menegaskan bahwa panen raya ini merupakan kontribusi nyata Desa Lubuk Baru sebagai lumbung pangan nasional.
BACA JUGA:Ditantang Korea Utara, Nova Arianto Minta Pemainnya Tetap Fokus
BACA JUGA:Terima 561 Laporan Gratifikasi
"Produktivitas mencapai 6-7 ton per hektare, total 20-25 ton. Ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk mengurangi impor dan memperkuat ketahanan pangan," paparnya.
Polres OKU turut mendukung program swasembada pangan dengan memastikan rantai distribusi lebih pendek.