Lu Biau
Lu Biau-Istimewa-
riansyah harun
Nadeim Anwar Makarim, nama itu saya tuliskan lengkap, karena beliau lahir dari keluarga yang terpandang. Namun perjalanan hidupnya tidak semulus gebrakan teknologi yang membuatnya jadi terkenal di usia yang masih sangat belia. Saat ini dia harus menerima tuntutan yang cukup berat, 18 tahun penjara ++. Akankah kekuatan teknologi yang pernah ia terapkan di Gojek, bisa sehebat menggerakkan kekuatan Netizen dalam memberikan dorongan moril kepadanya..???? Kita tunggu. Perjalanan Mas Nadiem masih akan sangat panjang.
Syukurlah kalau beliau bisa bebas murni. Namun dengan latar belakang beliau dari Harvard serta jaringan teknologinya yang membuatnya terkenal, akan menjadi sorotan mata dunia. Akankah ia bisa bebas seperti tokoh tokoh BUMN, tokoh Perbankan, dan tokoh tokoh penting kita lainnya...??? Mari kita ber andai andai, pun kalau ia harus tetap di penjara, rasanya malah akan membuatnya lebih terkenal lagi. Seperti salah seorang ahli petirnya Pak Dahlan sendiri, yaitu Pak Dasep Ahmadi, yang justru membuatnya bisa lebih diakui dunia karena hak patennya. Walaupun beliau harus meringkuk di balik jeruji penjara.
Hamdi
Buat saya, kebodohan pemimpin jauh lebih buruk daripada korupsi, kebijakan tanpa dasar hanya menguras uang rakyat tapi tidak berdampak buat rakyat, dan biasanya hanya menguntungkan beberapa orang. Yang diuntungkan biasanya temanya yang kontraktor, fee dll, artinya proyek besar sudah dibangun dengan dana besar, kontraktor yang biasanya bagian dari penguasa sudah untung malah sudah Markup, dan fee sudah dikantongi, dana pilu atau pilpres sudah diamankan, masalah proyek menguntungkan atau tidak, bermanfaat atau tidak buat rakyat itu urusan lain, lihatlah bandara yang tak terpakai, tol yang sepi, gerbang yang tak terurus, terminal yang kosong dll...
Bahtiar HS
Kalau saya menduga2 kasus NM ini akan diintervensi presiden seperti TL dulu. Karena kasus ini bisa nyerempet dan merembet ke atas karena "atas perintah dan persetujuan". Bisa nyenggol pakde. Jadi mesti dihentikan. Lewat abolisi atau amnesti. Kalaupun nanti sudah inkracht, presiden msh bs memberikan grasi kepada ybs. Banyak jalan menuju penjara. Tp banyak jalan pula membebsskannya. Hanya saja jk itu dilakukan, berisiko memicu polemik publik dan dianggap melemahkan agenda pemberantasan korupsi. Dan utamanya juga mengancam agenda 2029 utk nyalon lagi. Wkwkwk.
BACA JUGA:Disway Gratis
Beny Arifin
Bagi saya kalau pun Nadiem harus diadili, adili lah karena IPO nya yang sudah diprediksi hanya exit door strategi atas bakar duitnya GOTO bertahun2. Dan ternyata benar bahwa saham GOTO akhirnya nyungsep ke 50 perak. Membawa kerugian ribuan investor yang membeli sahamnya. Itu lebih patut diadili merurut saya walaupun memang tidak ada dasar hukumnya.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TANTANGAN BERAT BAGI HAKIM DALAM MEMUTUSKAN.. Di ruang sidang, hakim sering tampak paling tenang. Padahal justru di kursi itulah tekanan paling keras duduk bersama. 1) Jaksa keras dengan tuntutannya. 2) Medsos lebih keras lagi dengan penghakimannya. Kadang palu sidang kalah nyaring dibanding notifikasi TikTok dan YouTube. Hakim akhirnya berdiri di tengah hujan sorotan. 1) Salah memutus, dicurigai. 2) Terlalu ringan, dicibir. 3) Terlalu berat, dianggap pesanan. Padahal tugas hakim bukan menyenangkan penonton.
Bukan pula memenangkan jaksa atau pembela. Tugasnya hanya satu: menegakkan keadilan berdasarkan fakta dan keyakinan hukum. >>>Itulah sebabnya pekerjaan hakim makin berat di era digital. <<< Dulu tekanan datang dari ruang kekuasaan.
Sekarang datang juga dari kolom komentar. Lengkap dengan emoji marah dan profesor dadakan ilmu pidana. Karena itu publik juga perlu adil. Biarkan hakim bekerja sampai putusan selesai. Pengadilan bukan lomba polling. Keadilan tidak ditentukan oleh jumlah likes. Sebab kalau hukum akhirnya kalah oleh kegaduhan, maka yang tersisa hanya tepuk tangan. Dan tepuk tangan tidak pernah bisa menggantikan keadilan.