Agus Mustofa
Agus Mustofa-Istimewa-
Agus memang suka bergurau. Ia murah senyum. Juga rendah hati –mungkin terbawa tasawufnya itu. Ia tidak mudah menegur orang –apalagi memvonis seseorang.
Istrinya sendiri tidak dipaksa bangun ketika waktu subuh tiba. Ibu rumah tangga perlu istirahat yang cukup. Apalagi dia usaha di bidang makanan dan perkuean. Waktu sang istri bangun kaget. Matahari sudah terbit.
Melihat istrinya bangun Agus baru minta agar dia salat subuh. "Matahari sudah terbit," kata sang istri. "Tidak apa-apa. Salat saja," kata Agus. "Di kawasan lain matahari belum terbit," tambahnya.
Sang istri, Anna Ratnawati, juga bercerita Agus tidak pernah minta dia masuk Islam. Juga tidak pernah memaksa mengajari ngaji Quran.
Mereka kenal saat sama-sama SMP di Malang. Agus ketua OSIS. Anna sekretaris. Anna sangat terkesan dengan kepintaran dan budi pekerti Agus. Waktu SMA mereka terpisah sekolah, tapi masih sama-sama di Malang. Hobi mereka sama: main gitar.
BACA JUGA:Disway Gratis
Ketika Agus masuk teknik nuklir UGM, Anna kuliah di Malang. Tapi hati mereka sudah tidak bisa dipisah. Pun ketika ayah Anna akan menjodohkannyi dengan seorang dokter.
Mereka menikah di Yogyakarta. Dia berangkat naik bus ke Yogyakarta. Sendirian. Orang tuanyi tidak merestui –soal perbedaan agama.
Di Yogya, Agus sudah jadi aktivis. Juga jadi asisten dosen favorit. "Yang menikahkan kami Bapak A.R. Fachruddin," ujar Anna. Anda sudah tahu siapa A.R. Fachruddin: ketua umum Muhammadiyah saat itu. Beliaulah yang menuntun pengucapan sahadatnyi.
Mereka lantas hidup berdua di rumah kos-kosan. Mereka menutupi bolong-bolong dinding kayu rumah kos-kosan itu dengan bagor bekas spanduk.
Setahun kemudian bapak ibu Anna pindah ke luar pulau. Dinas di sana. Rumah di Malang kosong. Anna menempati rumah itu sambil meneruskan kuliah sampai S1 –tanpa bertenggang rasa dengan ayahnyi.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1
Setelah S-1 barulah mereka kumpul lagi. Punya anak: Citra P. Dini.