Tol Tentara
Jalan tol di Mesir terdiri dari lima lajur dan sangat lebar. Selain itu tarifnya supermurah. -Harian Disway-
Oleh: Dahlan Iskan
OKU EKSPRES.COM- Yang paling saya kagumi selama di Mesir adalah jalan tolnya. Memang baru dua jalan tol yang saya lewati tapi saya sudah bisa mengambil kesimpulan: Mesir ini beda!
Misalnya jalan tol dari Kairo ke Alexandria: 220 km. Hampir sama dengan jarak Jakarta-Tegal. Atau Surabaya-Yogyakarta. Tarifnya membuat saya tersedak: hanya Rp 3.500. Sangat tidak masuk akal.
Bandingkan dengan Jakarta-Tegal: Rp 240.000. Atau Surabaya-Yogyakarta: sekitar Rp 420.000. Atau kalau Anda masuk tol dari Lampung, 220 km itu sudah sampai di Kayu Agung. Tarifnya: di atas Rp 160.000.
Ternyata jalan tol di Mesir ini milik perusahaan tentara Mesir. Tentara di sana punya banyak sekali badan usaha. Di bidang apa saja. Termasuk konstruksi dan properti. Maka banyak rest area di jalan tol pun milik perusahaan tentara.
Pantaslah rakyat Mesir cinta sekali ke tentara. Bisa memberikan jalan tol dengan tarif semurah itu. Di pilpres yang lalu incumbent menang sampai 90 persen.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1
Rakyat Mesir justru tidak mendukung partai. Bahkan Ikhwanul Muslimin, yang awalnya dielu-elukan, hanya berkuasa satu tahun. Lalu kembali ke militer lagi.
Bukan hanya murahnya. Juga lebarnya. Ampuun. Satu arah delapan lajur. Yang lima lajur untuk kendaraan pribadi --kendaraan kecil. Yang tiga lajur untuk bus, truk dan kendaraan niaga. Keduanya dipisahkan kone beton.
Ini seperti medan kemerdekaan berkendaraan. Tidak perlu ada aturan: yang berkecepatan tinggi harus di lajur yang mana. Anda banting stir ke mana pun tidak akan menyenggol siapa pun.
Bayangkan. Lima lajur hanya untuk mobil pribadi. Di Indonesia tiga lajur pun untuk rebutan semua jenis kendaraan: truk, bus, box, pikap, dan kendaraan pribadi.
BACA JUGA:260 Disway