Tol Tentara
Jalan tol di Mesir terdiri dari lima lajur dan sangat lebar. Selain itu tarifnya supermurah. -Harian Disway-
Pokoknya yang dihitung tidak hanya ROI tapi juga RONI –return on non investment.
Dulu, waktu saya ke Piramid belum ada jalan tol jurusan Alexandria ini. Kini dengan lewat tol bisa cepat sekali ke Piramid: 30 menit. Setengah jam dari Kiro sudah bisa melihat Piramid dari jalan tol.
Tiba-tiba kang Fauzi –saudagar kum ustaz, membelokkan mobil keluar tol. Ia berkuasa penuh. Ia yang punya mobil. Ia yang mengemudikannya. Saya ikut saja.
"Biar tahu perkembangan sekitar Piramid," ujar Kang Fauzi al Bandungi.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Lingkungan Piramid itu ternyata sudah berubah. Total. Kini sudah ada Piramid keempat. Baru selesai dibangun akhir tahun lalu. Sebenarnya itu bukan Piramid. Itu museum: Grand Egyption Museum. Memang besar sekali. Desainnya dibuat sedemikian rupa seperti abstraksi Piramid. Karena itu dijuluki Piramid Keempat.
"Kita tidak usah masuk museum. Bisa lima jam sendiri di dalamnya," ujar Kang Fauzi.
Intinya turis yang ke Piramid sekarang punya objek tambahan: museum itu.
Setelah berputar di sekitar museum kami balik ke tol lagi –meneruskan perjalanan ke Alexandria. Setengah jam kemudian Kang Fauzi menunjuk ke arah timur: di sana kampungnya Mo Salah –bintang sepak bola Liverpool Mohamed Salah. Mungkin 50 km di timur sana.
Di kampung itu sering terjadi penyembelihan sapi. Setiap kali Salah bikin gol ada sapi yang disembelih. Dagingnya dibagikan ke masyarakat. Kalau dalam satu pertandingan Salah membuat dua gol, dua sapi dipotong.
BACA JUGA:Disway Gratis
Kami melupakan Salah. Terus menyusuri kemerdekaan ke barat laut. Kanan kiri jalan tol tanahnya subur. Itulah yang dulu wilayah banjir abadi. Lalu belakangan jadi lahan pertanian setelah banjir bisa dikendalikan lewat bendungan Aswan di Hulu sungai Nil.
Model jalan tol begini hanya ada di Mesir. Dia tidak berkiblat ke mana-mana. Mesir bangga dengan kejayaan masa silamnya (Dahlan Iskan)