Aplikasi Phishing di HP Makin Canggih, Begini Cara Mereka Mengincar Korban
Ancaman aplikasi berbahaya -Istimewa-
OKU EKSPRES.COM- Di tengah semakin canggihnya ponsel pintar, ancaman aplikasi berbahaya terutama yang berbasis phishing justru makin ramai berkeliaran. Modusnya juga sudah jauh berkembang dibanding beberapa tahun lalu. Kalau dulu phishing hanya berbentuk tautan mencurigakan di SMS atau email, sekarang banyak yang menyamar sebagai aplikasi sehari-hari. Mulai dari aplikasi dompet digital palsu, pengelola file, sampai aplikasi “pembersih RAM” yang tampilannya mirip banget dengan yang asli.
Phishing sendiri adalah trik penipuan yang dibuat untuk mencuri data pribadi pengguna tanpa disadari. Biasanya, aplikasi palsu ini meminta izin yang tidak masuk akal: akses kamera, kontak, SMS, bahkan akses penuh ke penyimpanan. Ketika pengguna menekan “Allow”, saat itulah data mulai disedot dan akun-akun penting bisa jadi taruhan.
Dampaknya? Jangan diremehkan. Sudah banyak kasus akun WhatsApp disadap, saldo e-wallet tiba-tiba terkuras, atau email penting dibajak hanya gara-gara satu aplikasi mencurigakan terpasang di HP. Beberapa malware bahkan bisa merusak sistem perangkat, membuat HP jadi panas, lemot, atau memunculkan iklan pop-up tanpa henti.
Untungnya, ada beberapa langkah sederhana yang sebenarnya sangat efektif untuk mencegah hal-hal seperti itu. Pertama, hindari instal aplikasi dari luar toko resmi seperti Google Play Store atau App Store. Situs unduhan sembarangan biasanya menjadi sarang aplikasi modifikasi yang ditanam malware.
BACA JUGA:DPRD OKU Timur Luncurkan SAMARA, Aplikasi Digital Penyalur Aspirasi Masyarakat
BACA JUGA:Kemudahan di Ujung Jari: Kenali Aplikasi BRImo dari BRI
Kedua, aktifkan Google Play Protect dan gunakan aplikasi keamanan seperti Kaspersky atau Norton yang bisa memindai ancaman secara real-time. Jangan lupa juga untuk rutin memperbarui sistem dan aplikasi yang sudah terpasang.
Fitur autentikasi dua faktor (2FA) di setiap akun penting juga wajib diaktifkan. Banyak pengguna malas mengaktifkannya karena dianggap ribet, padahal inilah “tameng” paling ampuh ketika password bocor.
Kalau sudah telanjur curiga bahwa HP terserang phishing, segera matikan data atau aktifkan mode pesawat. Setelah itu, ganti semua password akun penting mulai dari email, media sosial, sampai aplikasi perbankan. Lakukan scan dengan aplikasi keamanan, dan jika kondisi sudah parah, factory reset bisa menjadi langkah paling aman untuk membersihkan perangkat sampai tuntas.
Di era serba digital seperti sekarang, keamanan data sudah seperti menjaga pintu rumah: jika lupa mengunci, risiko dibobol akan selalu ada. Karena itu, mengenali ciri aplikasi phishing sejak awal bisa menyelamatkan banyak hal, termasuk dompet dan privasi Anda sendiri.