Dokter Hewan

Dokter hewan Yuda -Istimewa-

"Bawa saja Rp 2,5 juta dikalikan delapan," jawab saya.

Begitu meninggalkan rumah Yuda istri kirim WA: "harganya sudah naik. Jadi Rp 3 juta per ampul".

Di rumah, istri mendapat suntikan skretum itu seminggu sekali. Saya tidak pernah melihatnya. Kebetulan saya sedang pergi ke Beijing. Agak lama.

Pulang dari Beijing saya dapat ultimatum dari istri. "Sisa yang empat ampul untuk saya lagi saja semua," ujar istri. Saya pun mengalah –atau lebih tepatnya: takut menolak.

Saya ingat waktu kali pertama ke rumah drh Yuda. Desember 2022. Saya ke sana karena mendengar banyak orang menyatakan sembuh setelah disuntik skretum drh Yuda. Ketika saya tiba di rumah itu memang benar. Sekitar 12 orang antre untuk menerima suntikan.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Saya pun ingin mencobanya. Lalu disuntik di pantat. Setelah itu saya tidak tahu apa khasiatnya. Saya tidak merasakan apa-apa. Itu karena saya memang tidak punya keluhan soal kesehatan. Yang jelas saya juga tidak mengalami dampak negatif apa pun (baca Disway 12 Desember 2022).

Apakah saya bodoh bin tolol? Saya tidak tahu. Mungkin. Setidaknya saya tidak keberatan kalau ada orang yang mengatakan saya tolol. Apalagi kalau yang mengatakan itu orang cerdik pandai –berpendidikan tinggi pula. Yang sudah pasti: saya lebih tolol dari yang mengatakan. Itu pasti.

Saya hanya mengagumi ilmuwan. Dengan cara tolol. Siapa pun ilmuwan itu. Termasuk mengagumi drh Yuda. Bahwa ia seorang dokter hewan apa salahnya jadi dokter hewan –apalagi kemudian menjadi ilmuwan di bidang riset sel.

Kehebatan drh Yuda di bidang riset sudah diakui di luar negeri. Di Korea Selatan. Ia sampai tergabung dalam tim riset kloning hewan di sana. Tidak mudah menjadi tim riset di Korsel. Risetnya pun di bidang kloning hewan. Apalagi proyek kloning itu berhasil. Terwujud. Ada hewan beneran yang bisa dibuat tanpa proses hubungan jantan-betina.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Tapi yang didalami drh Yuda kan sel hewan? Bukan sel manusia?

Tentu. Itu pertanyaan yang tidak salah. Tapi dalam hal sel, apa bedanya sel manusia dan hewan secara ilmu pengetahuan?

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan