Burger Tempe

Dahlan iskan-Istimewa-

Anda sudah tahu: saya jarang mencatat apa pun yang saya liput.

Saya juga punya doktrin wartawan tidak boleh wawancara dengan cara menyodorkan alat perekam. Wartawan harus konsentrasi penuh saat wawancara: agar tertanam dalam ingatan. Juga agar segera menuliskan hasil wawancara. Kalau ditunda-tunda bisa lupa semua. Seperti saya lupa nama burger itu. Untung saya masih ingat rasanya: memang luar biasa. Dagingnya, rotinya, kejunya, burger terbaik yang pernah saya makan.

Roti di Rusia umumnya juga sangat enak. Tidak kalah dengan roti di Prancis.

Setiap kali makan roti di Vladivostok ingatan saya ke bagel jenis ''everything'' di New York.

Di Connecticut, di Buffalo, di Niagara saya juga mencicipi bagel. Tapi memang tidak ada yang seenak bagel New York. Itu seperti tempe Bogor atau tempe Malang. Beda. Konon karena jenis air di New York, Bogor, dan Malang paling cocok untuk bagel dan tempe. (Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan