Burger Tempe

Dahlan iskan-Istimewa-

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Di babak kedua piano didorong ke belakang panggung. Lalu muncul lima pemain musik. Yang tiga orang duduk di bagian depan: pemain ''gitar'', ''mandolin'', dan arkodion. Kata ''gitar'' saya beri tanda petik karena kecil sekali. Seukuran biola. Bodi gitarnya segi tiga.

Ada satu orang berdiri di belakang: pegang ''bas'' setinggi orangnya. Kata ''bas'' juga pakai tanda kutip karena bodinya juga segitiga –tidak seperti bas akustik biasa.

Lagu pertamanya instrumental: jelaslah ini musik rakyat Rusia. Lalu muncul penyanyi wanita dengan pakaian adat Rusia. Dia menyanyikan lima lagu. Tanpa gaya. Itulah pertunjukan musik balalaika. Nama ini diambil dari nama alat musik yang bentuknya segi tiga tadi. Yang kecil disebut balalaika. Yang besar disebut basbalalaika.

Mereka sedang memeragakan balalaika ensemble.

Ini kali pertama saya menyaksikan balalaika ensemble. Waktu kali pertama ke Rusia dulu, kami, rombongan Presiden Soeharto mendapat kesempatan menonton teater balet di gedung balet tertua dan terhebat di St. Petersburg.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Setelah nonton balalaika ensemble, besok paginya saya ingin melihat-lihat isi toko: barangnya dari negara mana saja. Anda benar: kebanyakan produk Tiongkok. Tapi tiba-tiba saja saya bangga: di salah satu rak kosmetik terbaca oleh saya satu kata yang sudah sangat akrab di mata saya: WARDAH.

Saya dekati rak itu. Saya ambil salah satu produk di situ: benar-benar produk Wardah. Bahasa di kemasannya masih bahasa Indonesia. Hanya saja di kemasan itu ditempeli stiker lebar berbahasa Russia.

Saya foto produk itu. Saya juga ingin mejeng di depan rak Wardah. Foto itu akan saya kirim ke pemilik Wardah: Bu Nurhayati Subakat. Saya ucapkan selamat kepadanyi. Juga saya kirim ke anak laki-lakinyi yang kini sudah dipercaya pegang pucuk pimpinan di Wardah.

Ke mana-mana saya jalan kaki. Hanya ketika ingin melewati jembatan ikonik itu saya naik taksi. Sekalian ke mal terbesar di Vladivostok. Ada burger khas Rusia yang dipromosikan sebagai ''harus'' dicoba.

Saya sudah lupa nama burger itu. Gara-gara kepotong banyak menulis soal Jampidsus Febrie Adriansyah.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan