Halo Wani
Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali. -Instagram Wani Sabu-
Wani sampai melakukan penelitian: kata paling kasar apa yang diucapkan petugas Halo BCA kala itu. "Yang paling banyak digunakan adalah kata 'bego', 'bodoh', dan 'nama binatang'," ujar Wani.
"Binatang apa yang sering diucapkan?" tanya saya.
"Yang terbanyak 'anjing dan babi'," jawab Wani lantas tertawa.
Semua itu sudah menjadi kenangan masa lalu.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Memang kadang nasabah tidak kunjung mengerti penjelasan petugas yang disampaikan sampai berkali-kali. Ada nasabah yang marah. Nasabah itu kian marah karena justru dilawan marah oleh petugas bank.
Yang seperti itu sudah lama tidak ada lagi. Kini bahkan satpam BCA pun menjadi bagian dari pelayanan nasabah. Satpam BCA tahu ke mana nasabah yang bertanya kepadanya: harus disalurkan ke bagian yang bisa menyelesaikan persoalan.
"Satpam BCA dididik khusus untuk itu," ujar Jayanti Zainal yang sudah Anda kenal.
Layanan di BCA pun kian memuaskan. Sistem telepon diganti digital. Yang dulu hanya melayani komplain diperluas ke jasa komersial: sampai ke pembukaan rekening baru secara digital –pemrek Digital. Orang bisa buka rekening BCA tanpa harus datang ke bank.
BACA JUGA:Disway Gratis
Wani orang Jambi. Marganyi Huang. 黄婉玉. Dia lulus SMA Katolik di Jambi. Punya anak hanya satu: putri. Kini sang putri bekerja di Bloomberg. Di London, Inggris.
Hasil kerja keras Wani sangat nyata. Juara dunia contact center sampai 15 kali. Reputasi BCA menjadi sangat tinggi. Kapitalisasi market di pasar modalnya menjadi yang terbesar di Indonesia –mengalahkan Bank BRI dan Mandiri yang asetnya jauh lebih besar dari BCA.
Armand pun terus menaikkan Wani ke jenjang yang lebih tinggi: seperti sekarang ini. Bahkan membawanyi ke holding Djarum.