Tarim Habib

Perkotaan dengan bangunan dari tanah. -Disway-

Kenapa tidak tahu? "Di Tarim tidak ada perdebatan soal apakah habib itu keturunan Nabi atau bukan," katanya.

Di Tarim memang banyak ulama dipanggil habib. Masyarakat percaya Habib itu keturunan Nabi. Tapi bahwa ulama itu dipanggil habib bukan hanya karena keturunan Nabi. Ia dipanggil habib karena keilmuan yang tinggi dan perannya yang besar di masyarakat sekitar.

Saya pun bertanya kepada sahabat Disway di Tarim, yang asli orang Tarim:

"Apakah di sini ada keturunan Nabi yang tidak dipanggil habib?"

"Banyak. Biar pun keturunan Nabi tapi kalau ilmunya tidak tinggi tidak akan dipanggil habib," jawab teman Tarim saya itu.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

"Anda sendiri keturunan Nabi?" "Bukan. Saya keturunan sahabat Nabi," jawabnya.

"Dari mana seseorang tahu keturunan Nabi atau bukan?"

"Dari silsilah. Di masyarakat Arab ini silsilah itu diceritakan dari kakek ke ayah, ke anak, ke cucu. Ada catatannya. Ada disiplin ilmu nasab di sini," katanya.

Misalnya ada pedagang besar yang keturunan Nabi di Hadramaut. Namanya sangat terkenal. Tapi tidak dipanggil habib karena dianggap bukan ulama tinggi. Mereka dipanggil sayyid. Pokoknya yang tidak memenuhi tiga unsur tadi tidak dipanggil habib: ilmu yang tinggi, punya silsilah dan punya peran besar dalam membantu masyarakat sekitar.

"Di Tarim tidak ada orang yang minta dipanggil habib. Orang-lah yang memanggil beliau habib. Yakni setelah dilihat memiliki tiga syarat tadi", katanya.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Di Indonesia memang salah kaprah. Pokok wajahnya seperti Arab dipanggil habib. Bahkan saya sendiri memanggil mantan pemain sepak bola berdarah Arab dengan panggilan habib. Dan yang saya panggil habib juga menoleh.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan