Point 100

Point 100-Istimewa-

Akhirnya mereka berkenalan. Saling bertukar nomor WA. Dari komunikasi itu akhirnya saling tahu. Yusuf tahu dia kerja apa. Dia juga tahu Yusuf kerja di perusahaan apa.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Di tahap itulah akhirnya dia nyeletuk: "kerja saya tidak seberat kerja Anda. Lebih santai," katanyi. Yakni kerja buka toko online di SPS Commerce.

Menurut Yusuf tidak ada nada dia mengajak dirinya terjun ke bisnis itu. Justru Yusuf yang banyak bertanya: apa dan bagaimana bisnis itu.

Intinya: Yusuf bisa buka toko di SPS Commerce. Tinggal menawarkan jual apa. Yusuf pun konsultasi dengan si dia: baiknya jualan apa.

Si dia menjawab: pengaruh Covid-19 masih terasa. Baiknya bisnis yang ada hubungannya dengan sanitasi dan kebugaran: masker, cairan sanitasi, tisu, vitamin, dan sebangsanya.

Yusuf pun menuruti saran itu: ia menawarkan 50 item di toko onlinenya.

"Toko baru biasanya di-support oleh sistem di SPS Commerce. Dicarikan pembeli," ujar si dia.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Tidak lama kemudian ada pesanan masuk. Dari Jerman. Nilainya USD1000. Yusuf ambil itu pesanan. Tapi ia harus menempatkan deposito di SPS Commerce senilai USD1000. Barulah transaksi bisa terjadi. Setelah barang dikirim, kata petugas CS di situ, uang pembelian akan cair 15 hari kemudian.

Untuk itu Yusuf punya e-wallet --dompet elektronik di akunnya. Yakni untuk menerima uang dari pemesan barang. Betul saja tiga hari kemudian masuk ke e-wallet Yusuf uang USD1000. Tidak sampai 15 hari.

Yusuf cukup hati-hati. Ia coba cairkan sebagian uang di e-wallet-nya itu: USD100. Ia hubungi CS untuk mencairkannya. SC pun minta nomor rekening bank milik Yusuf. Uang USD100 pun cair.

Yusuf lega: ini akun bisa dipercaya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan