Amang Tabung

Dahlan Iskan mengunjungi RS Waron bersama istrinya, Napsiah Sabri, dan rekannya dari Tiongkok dan Singapura. -Disway-

Lahirlah anak kedua dari proses bayi tabung lagi –dengan embrio stok lama. Maka pada dasarnya anak pertama dan anak kedua itu anak kembar. Hanya selisih umur mereka delapan tahun.

Amang juga bisa mengerjakan satu bayi dengan orang tua tiga atau empat orang. Tapi ia tidak mau mengerjakannya. Meski secara ilmu pengetahuan itu sudah bisa ia lakukan, nurani dokter asal Jember ini belum bisa menerima.

Misalnya: embrio dari satu orang dikawinkan di lab dengan sperma laki-laki siapa pun. Lalu benih itu ditaruh di kandungan wanita yang lain lagi yang ingin punya anak.

Kini, kata Prof Amang, juga sudah bisa dilakukan: embrio bibit unggul dari wanita tertentu disimpan. Siapa boleh memakainya.

Embrio unggul itu –setelah dibuahi sperma unggul– ditanam di kandungan seorang wanita yang ingin punya anak unggul.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Lantas, anak siapakah itu?

Tetap anaknyi yang menghamilkan. Karena bayi itu tidak akan hidup kalau tidak dihamilkan. Darah yang mengalir ke janin itu pun dari darah ibu yang mengandungnya.

Entahlah.

Etika lain yang tetap dijunjung Amang adalah: berapa jumlah embrio yang ditanam. Prof Amang tetap hanya mau menanam dua. Paling banyak tiga. Kemungkinannya: bisa gagal semua. Bisa berhasil satu. Berhasil dua. Atau kembar tiga.

Kini mulai ada wanita –atau suami istri– yang minta ditanam sebanyak yang bisa. Misalnya sampai tujuh embrio.

Kalau pun misalnya jadi semua ada jalan keluar. Si ibu akan memilih satu saja: yang mana yang akan dilahirkan. Tentu yang paling baik. Selebihnya digugurkan.

Proses menggugurkannya pun mudah. Janin itu disuntik. Akan mati sendiri. Mati dalam kandungan. Itu tidak bahaya bagi sang ibu. Kelak ''jenazahnya'' diambil bersamaan dengan proses kelahiran.

BACA JUGA:260 Disway

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan