Amang Tabung

Dahlan Iskan mengunjungi RS Waron bersama istrinya, Napsiah Sabri, dan rekannya dari Tiongkok dan Singapura. -Disway-

"Dibanding 10 tahun lalu, seberapa lebih maju dunia bayi tabung sekarang?"

"Jauh lebih maju," kata Prof Amang.

Kini, katanya, sudah ada satu bayi yang orang tuanya tiga atau empat orang. Sudah pula ada anak kembar yang selisih umur mereka delapan tahun.

Saya sendiri punya cucu kembar. Selisih umur mereka hanya dua menit: Aliqa dan Aqila. Yang diceritakan Amang ini bayi kembar dengan selisih umur delapan tahun.

Itu hanya bisa terjadi melalui ilmu bayi tabung.

Amang sendiri pernah menangani kejadian seperti itu. Untuk wanita dari Semarang. Anak pertamanyi dulu bayi tabung ''made in'' Amang.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Dalam proses pengambilan embrionya, Amang mendapatkan beberapa embrio bagus dari wanita itu. Amang mengusulkan agar yang dibuahi dari sperma sang suami dua embrio saja. Ada kemungkinan salah satunya jadi bayi. Atau dua-duanya.

Embrio selebihnya jangan dibuang. Prof Amang bisa menyimpannya. Kapan saja, bila diperlukan, bisa dipakai untuk hamil lagi.

Si wanita tidak segera memerlukan embrio simpanan itu. Dia ingin suaminyi membuahi dengan hubungan cinta suami-istri. Tapi sampai delapan tahun kemudian tidak juga hamil lagi. Dia ingin punya anak kedua.

Maka si Semarang konsultasi dengan Prof Amang. Akhirnya diputuskan: bayi tabung lagi. Pakai embrio lama.

Embrio yang satu sudah jadi anak yang kini berumur delapan tahun. Embrio satunya dikeluarkan dari laci pembekuan.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan