Sulit Tidur Berkepanjangan? Ini Pilihan Terapi Medis Untuk Insomnia

Ilustrasi Terapi Medis Untuk Insomnia -shutterstock-

OKU EKSPRES. COM- Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang cukup umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan untuk memulai tidur, sulit mempertahankan tidur sepanjang malam, atau kombinasi keduanya. Akibatnya, penderita sering bangun dengan perasaan tidak segar, meskipun sudah berbaring cukup lama. Jika berlangsung terus-menerus, insomnia dapat menimbulkan kelelahan, gangguan konsentrasi, serta keluhan fisik dan emosional lainnya.

Tidak sedikit orang yang ingin segera terbebas dari insomnia, terlebih ketika gangguan tidur ini mulai menghambat aktivitas harian. Penanganan insomnia umumnya melibatkan terapi medis, perubahan pola pikir dan perilaku, serta penerapan gaya hidup yang lebih sehat untuk membantu meredakan gejalanya.

Penanganan Medis bagi Penderita Insomnia

Pada banyak kasus, memperbaiki kebiasaan tidur dan mengatasi pemicu insomnia—seperti stres, kondisi kesehatan tertentu, atau efek samping obat—sudah cukup membantu memperbaiki kualitas tidur. Namun, jika cara tersebut belum memberikan hasil, dokter dapat menyarankan terapi khusus, penggunaan obat, atau kombinasi keduanya untuk membantu tubuh lebih rileks dan mudah terlelap.

1. Terapi Perilaku Kognitif untuk Insomnia (CBT-I)

Terapi perilaku kognitif untuk insomnia atau Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I) bertujuan membantu penderita mengenali dan mengubah pola pikir serta kebiasaan negatif yang mengganggu tidur. Terapi ini sering direkomendasikan sebagai pilihan utama karena efektivitasnya setara, bahkan bisa lebih baik dibandingkan penggunaan obat tidur.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Kurang Tidur: Kenali Ciri-ciri Insomnia Berat

BACA JUGA:Insomnia: Gangguan Tidur yang Tidak Boleh Diabaikan

Pendekatan kognitif dalam CBT-I membantu seseorang memahami dan mengubah keyakinan keliru seputar tidur yang memicu kecemasan. Dengan demikian, pikiran menjadi lebih tenang saat waktu istirahat tiba. Beberapa teknik yang umum diterapkan dalam CBT-I meliputi:

Terapi kontrol rangsangan, yaitu melatih tubuh agar kembali mengaitkan tempat tidur dengan aktivitas tidur, misalnya dengan menjaga jam tidur dan bangun yang konsisten serta menghindari tidur siang.

Teknik relaksasi, seperti latihan pernapasan, relaksasi otot progresif, atau biofeedback untuk menurunkan ketegangan menjelang tidur.

Pembatasan tidur, yakni mengurangi waktu berbaring di tempat tidur agar rasa kantuk meningkat secara alami pada malam hari.

Tetap terjaga secara pasif (niat paradoks), yang bertujuan mengurangi kecemasan berlebih dengan cara tidak memaksakan diri untuk tidur.

BACA JUGA:Sulit Tidur Tak Kunjung Usai? Waspadai Insomnia Kronis

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan