Ahlan Zohran
Calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani.-Tangkapan layar/Twitter/X-
BACA JUGA:260 Disway
Sebagai cawali yang dibenci pengusaha besar Mamdani benar-benar dapat simpati dari rakyat biasa di New York. Dua bulan pertama pencalonannya Mamdani mendapat sumbangan dari rakyat biasa sebesar USD600.000. Berarti Mamdani sudah punya dana di awal kampanye sebesar USD4.200.000.
Dalam dua bulan pencalonan jumlah penyumbangnya sudah 6.500 orang lebih. Berarti rata-rata mereka menyumbang USD100. Artinya, banyak yang menyumbang USD200 tapi banyak juga yang hanya USD50.
Tujuan lain sistem itu: agar orang hebat yang tidak kaya tidak takut mencalonkan diri. Mamdani contohnya. Dua lawannya orang mapan semua: satunya mantan gubernur New York. Satunya lagi politikus lama dari Partai Republik.
Meski nama belakangnya Mamdani, jangan dikira Zohran Mamdani punya hubungan keluarga dengan Ebrahim Mamdani.
Anda sudah tahu siapa itu Ebrahim Mamdani: ilmuwan matematika Inggris berdarah Parsi. Ia penemu ”Sistem Mamdani”. Yakni artificial intelligence yang merumuskan sistem ”Kalau” dan ”Maka” (if and then).
BACA JUGA:Disway Gratis
Misalnya: If udara panas dan lembab then jalankan kipas. Contoh lain: If tekanan tinggi dan suhu rendah then buka katupnya.
Zohran Mamdani memang juga berdarah Parsi. Tapi leluhurnya sudah lama menyingkir ke India. Dari India ayahnya jadi imigran di Uganda. Zohran lahir di Uganda.
Lalu orang tua Zohran mengajaknya jadi imigran di Afrika Selatan. Sampai akhirnya jadi imigran di Amerika Serikat.
Zohran masuk sekolah di New York. Pun sampai lulus Universitas. Ia jadi aktivis muda kemasyarakatan. Lantas jadi anggota DPRD New York.
Umurnya baru 34 tahun dan itulah kelemahannya: belum pernah jadi eksekutif di pemerintahan. Padahal New York kota terbesar di Amerika. Terkaya di dunia.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1