Polisi Tunggu Hasil Labor Soal Anak Mata Merah
FR siswi kelas 1 SDN 150 Palembang yang matanya mendadak memerah disertai lebam, hingga kemarin masih dirawat intensif di RSUD Palembang Bari-Istimewa-
SUMSEL - OKU EKSPRES.COM- FR siswi kelas 1 SDN 150 Palembang yang matanya mendadak memerah disertai lebam, hingga kemarin masih dirawat intensif di RSUD Palembang Bari. Penyebabnya masih belum diketahui. Sebelumnya sang ibu, Sukrisnawati (40), menyebut diduga akibat cincin guru.
Tim Hukum RSUD Palembang Bari, Achmad Fadel, menyebut FR sedang dirawat di Ruang Isolasi kelas 1, sesuai arahan dari Wali Kota Palembang Drs H Ratu Dewa MSi. Sejak FR datang ke sini (Senin, 3/11), pihak rumah sakit sudah melakukan berbagai tindakan, ujarnya.
Lanjut Fadel, seperti dirujuk ke Poli Mata dan Poli Anak. Sekarang sedang dilakukan untuk pemeriksaan laboratorium dari sampel darah, periksa paru-paru dan pemeriksaan lainnya yang dibutuhkan, jelasnya, Selasa (4/11).
Dia menyebut, pasien FR masih anak-anak, dan membutuhkan perhatian khusus. Sehingga membutuhkan perawatan yang intensif dengan penanganan dokter spesialis mata, dan dokter spesialis anak. Bahkan sampai ke psikolog, bila memang dibutuhkan, sampainya.
BACA JUGA:Latih Guru Tangani Kekerasan Anak
BACA JUGA:Anak DIpukul GUru Olahraga Ortu Lapor Polisi
Sedangkan untuk hasil pemeriksaan laboratorium, membutuhkan waktu satu minggu. Pihaknya belum bisa menyampaikan. Berdasarkan UU Perlindungan Pasien, pihaknya juga tidak berhak menyampaikan. Apabila keluarga pasien mau menyampaikankannya, tidak masalah, ujarnya.
Pihak RSUD Palembang Bari, belum melakukan visum terhadap pasien FR. Sebab masih menunggu surat permintaan visum dari kepolisian. Kami akan bekerja maksimal untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh adik FR ini, kata Fadel.
Bisa memakan waktu dalam beberapa hari ke depan. Sebab dokter tentu tidak mau gegabah untuk menentukan penyakit yang diderita pasien. Pantauan koran ini, Sukrisnawati alias Erna terlihat terus menjaga putrinya, samping bermain di tempat tidur.
Erna jadi setop bicara kepada awak media, tidak bersedia menemui. Sebelumnya, Senin (3/11), dia masih luas bicara saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, dan membawa putrinya ke RSUD Palembang Bari.
BACA JUGA:Tingkatkan Keterampilan Orang Tua Lewat Stimulasi Tumbuh Kembang Anak
BACA JUGA:Marbot Diduga Cabuli Belasan Anak
Teman-teman anak saya berkata, yang memukul anak saya bukan kami (teman-teman korban). Katanya, salah satu guru perempuan menggunakan cincin, kena mata anak saya, sebut Erna, kepada awak media.
Erna juga mengaku sempat bertanya kepada salah satu guru. Benar anak saya sudah dipukul seorang guru perempuan, katanya lagi, didampingi suaminya, Suwandi. Sebab, di sekitar mata anaknya terdapat lebam. Kemudian bagian putih kedua mata anaknya juga memerah.