Cahaya Adharta

Cahaya Adharta-Disway-

Maria terdiam. Ada perasaan yang campur aduk: rindu, takut, tapi juga panggilan hati yang kuat.

Mungkin ini cara Kelvin memintanya untuk bangkit.

Sebuah kebangkitan dari luka.

Maria menerima tawaran itu.

Dia kembali bekerja dengan tekad baru.

Dalam waktu singkat, dia berhasil menjembatani banyak investasi antara Tiongkok dan Indonesia. Media menulis tentangnyi sebagai “Wanita Baja dari Beijing”: cerdas, tegas, dan berjiwa pemimpin.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Namun di balik sorot kamera dan senyum profesional, Maria tetap menyimpan kesedihan yang dalam.

Setiap malam, setelah semua orang tidur, ia menatap langit Jakarta dan berbisik, ”Kelvin, kau lihat? Aku sudah belajar tersenyum lagi.”

Anaknyi, Sandy, tumbuh menjadi anak yang lembut dan penuh kasih.

Ia sering memeluk ibunya dari belakang sambil berkata,

“Papa pasti bangga sama Mama.”

Dan setiap kali mendengar itu, air mata Maria jatuh perlahan bukan karena sedih, tapi karena hatinyi mulai berdamai.

Suatu malam, Maria bermimpi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan