Cahaya Adharta

Cahaya Adharta-Disway-

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Senyum Kelvin seolah hidup, tapi tak lagi bisa disentuh.

Suatu hari, ibunyi menelepon dari Jakarta.

”Maria, datanglah ke sini sebentar. Bawa Sandy. Udara di sini hangat, mungkin bisa menyembuhkanmu.”

Maria diam lama, menatap langit Beijing yang kelabu.

Akhirnya, ia mengemas beberapa pakaian dan terbang bersama Sandy menuju Indonesia.

Jakarta menyambut mereka dengan cahaya matahari yang lembut dan aroma hujan di sore hari.

Maria tinggal di rumah orang tuanyi di Menteng.

Setiap pagi ia berjalan bersama Sandy ke taman kecil, mendengarkan suara anak-anak tertawa, sesuatu yang sudah lama tak ia rasakan.

Hari-hari di Jakarta terasa asing tapi perlahan menenangkan. Maria mulai belajar bahasa Indonesia dari tetangga dan sopir rumah.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Dalam waktu tiga bulan, ia sudah bisa berbicara dengan lancar dengan logat lembut dan intonasi yang membuat orang jatuh hati.

Hingga suatu hari, kabar datang dari Beijing:

Perusahaan tempatnyi bekerja ingin membuka kantor perwakilan di Indonesia, dan mereka menginginkan Maria memimpin proyek itu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan