Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Otak Tanpa Disadari
Ilustrasi Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Otak -rri-
OKU EKSPRES.COM- Tahukah kamu? Beberapa kebiasaan sederhana yang sering dilakukan ternyata bisa berdampak buruk pada kesehatan otak. Salah satunya adalah kurang tidur. Tidur yang tidak cukup dapat mengganggu fungsi otak dan meningkatkan risiko penyakit seperti demensia.
Selain itu, terlalu sering menyendiri dan jarang berinteraksi dengan orang lain juga bisa membuat fungsi otak menurun. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan koneksi dengan sesamanya untuk menjaga keseimbangan emosi dan kognitif. Lalu, kebiasaan apa lagi yang diam-diam bisa merusak otak? Yuk, simak penjelasannya!
1. Kurang Berolahraga
Minimnya aktivitas fisik bisa memicu berbagai masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, obesitas, depresi, hingga demensia. Banyak orang beralasan sibuk hingga lupa meluangkan waktu untuk bergerak. Padahal, olahraga rutin seperti berjalan kaki, bersepeda, atau peregangan ringan dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif.
Kurangnya aktivitas juga dapat mengubah bentuk neuron di otak yang berperan dalam daya pikir dan memori. Sebaliknya, olahraga teratur membantu meningkatkan zat kimia di otak yang mendukung kemampuan belajar dan mengingat lebih baik.
BACA JUGA:Lawan Lupa! Cara Efektif Mencegah Demensia Sebelum Terlambat
BACA JUGA:Lawan Lupa! Cara Efektif Mencegah Demensia Sebelum Terlambat
2. Terlalu Sering Multitasking
Meski terlihat produktif, kebiasaan multitasking justru bisa membuat otak kewalahan. Saat kamu berpikir sedang mengerjakan banyak hal sekaligus, sebenarnya otak hanya berpindah fokus dengan cepat dari satu tugas ke tugas lain. Hal ini justru membebani sistem kognitif dan mengurangi efektivitas berpikir.
Selain itu, multitasking dapat memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang menyebabkan kelelahan mental dan menimbulkan “kabut otak” atau kesulitan berpikir jernih.
3. Terpapar Terlalu Banyak Informasi
Kehidupan digital membuat kita mudah mengakses informasi, namun kelebihan informasi juga bisa berdampak negatif. Otak memiliki batas dalam memproses data, dan ketika terlalu banyak menerima informasi, kamu bisa mengalami stres dan kesulitan mengambil keputusan.
Solusinya, pilih informasi yang benar-benar penting dan batasi konsumsi media berlebihan. Latih otak untuk fokus hanya pada hal yang relevan agar kinerjanya tetap optimal.
BACA JUGA:Rahasia Makanan Penjaga Kinerja Otak agar Terhindar dari Demensia