Batu Mala

Selasa 23 Jun 2026 - 19:29 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Eris Munandar

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Sampai pekan lalu alasan itu masih dianggap kebenaran: karena ada dua pembangkit yang rusak. Tapi minggu ini muncul tahapan kebenaran lanjutan. Munculah berita di media bahwa "tambang batu bara enggan melaksanakan DMO karena harga DMO terlalu murah dan pembayarannya lambat".

Itu benar sekali –kalau ukurannya harga ekspor. Kebenaran tahap ini mengungkap mati listrik bukan karena pemeliharaan dan bukan pula karena ada pembangkit yang rusak.

Penyebabnya perusahaan tambang enggan memenuhi kewajiban DMO!

Walhasil, di balik mati lampu selama ini ada persoalan DMO –Domestic Market Obligation. Setiap tambang wajib menyediakan batu bara untuk pasar dalam negeri. Maksudnya: jangan semua batu bara diekspor. Kenyataannya kebutuhan batu bara dalam negeri sangat dianaktirikan.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Pemerintah memang menetapkan untuk pasar dalam negeri harganya dipatok USD70/ton. Pemilik tambang keberatan. Harga itu kalah jauh dengan harga ekspor. Maka pastilah mereka ogah-ogahan melaksanakan DMO. Pun untuk kualitas batu bara yang rendah. Batu bara telah jadi batu mala.

Maka batu bara sudah seperti bukan milik Indonesia. Sumber daya alam memang dikuasai negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat tapi itu hanya bunyi di undang-undang dasar.

Sepertinya akan muncul kebenaran terakhir: biar saja byar pet berkepanjangan. Jangan buru-buru diatasi. Biar masyarakat mengeluh secara luas dulu. Setelah itu, demi rakyat agar tidak marah, harga DMO dinaikkan.

Bagaimana sikap PLN?

PLN pasti tidak berani menolak harga baru. Yang bisa dilakukan PLN tinggallah bagaimana bisa menaikkan tarif listrik. Rakyat pun akan menerima kenaikan tarif itu: daripada byar pet terus.

Kebenaran yang paling terakhir nanti: rakyatlah yang bisa menjadi sumber kemakmuran.(Dahlan Iskan)

Kategori :