Amang Amat

Minggu 29 Mar 2026 - 19:36 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Eris Munandar

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Sebenarnya saya sempat senang ketika melihat tiket pesawat saya dari Jeddah. Tertulis di tiket: jurusan Aden. Pun di layar bandara Jeddah terbaca: tujuan pesawat ini ke Aden. Yeeiii... Saya akan bisa terbang ke Aden.

Ternyata itu hanya di tulisan. Kenyataannya pesawat saya ini terbangnya ke Saiyun. Seumur hidup saya belum pernah mendengar nama kota Saiyun. Kota Saiyun sangat dekat ke pusat Habib di Tarim: 40 km.

Bagi saya pesawat jurusan Aden tapi mendaratnya di Saiyun tidak masalah. Ke mana pun terbangnya saya ikut. Yang penting masih di Yaman. Kan saya belum pernah ke Yaman sama sekali.

Jarak Saiyun ke Aden ternyata begitu jauhnya: satu jam penerbangan sendiri. Tapi kan tidak ada penerbangan ke sana. Kalau jalan darat bisa 24 jam. Dan lagi keadaan tidak aman. Tidak akan ada izin bagi orang asing seperti saya jalan darat dari Tarim ke Aden. Maka pupuslah harapan bisa ke Aden atau San'aa.

Sebagai gantinya saya ke Mukalla. Ini saja saya harus berbekal surat jalan. Teman saya, si Amang, sahabat Disway itu, yang menguruskannya. Tanpa surat itu saya tidak mungkin sampai Mukalla. Terlalu banyak pos pemeriksaan di sepanjang jalan. Pos tentara bersenjata. Memeriksa surat-surat identitas penumpang.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Amang adalah anak muda asli Hadramaut yang bisa berbahasa Indonesia. Nama aslinya Abdurrahman. Pernah kuliah di Surabaya. Tidak menyangka saat tiba di Tarim saya bisa bertemu orang asli yang kuliahnya di Surabaya.

Sejak di Surabaya itu panggilannya menjadi Amang. Orang Surabaya memang suka mengubah nama orang. Apalagi kalau nama itu sulit diucapkan.

Abdurrahman ternyata suka dengan nama panggilan Amang itu.

"Amang biasanya panggilan nama orang Makassar untuk Abdurrahman. Itu bukan nama panggilan di Jawa atau Surabaya," kata saya.

Di Makassar Abdurrahman bisa berubah menjadi Bedu Amang –seperti nama tokoh yang pernah menjabat kepala Bulog di masa Orde Baru

"Betul. Orang pertama yang memanggil saya Amang adalah orang Arab Ampel asal Makassar," katanya. "Kalau di Jawa Abdurrahman jadi apa?" tanyanya.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Kategori :