"Ada juga utang ke warung-warung. Ibu pernah ambil belanjaan yang belum dibayar," ujar Kokkang.
Kepada anak yang masih satu rumah dengan ibunya yang sudah tua, Kokkang punya saran: jangan mengajak bicara orang yang sudah tua dari jarak jauh.
Orang tua itu penglihatannya sudah kurang. Juga pendengaran. Kalau diajak bicara dari jauh pikirannya bertanya-tanya: siapa yang lagi bicara itu.
Lalu bicara apa. Semua tidak jelas. Muncullah emosi. Itu menambah parah orang tua.
BACA JUGA:Trik Ampuh Cerahkan Mata Kaki Hitan dan Kering dalam Waktu Singkat
BACA JUGA:Bank BRI Berikan Pelayanan Terbaik bagi Nasabahnya
Emosi itu bahaya kalau datang saat lagi makan. Makanan yang sudah masuk mulut bisa disemburkan. Kokkang berkali-kali kena semburan di wajahnya.
Sejak itu muncul ide: memberikan cerita di balik makanan yang akan disuapkan. Misalnya kenapa kurang gurih –akibat dikuranginya garam dan bumbu masak.
Jangan pernah bilang bahwa garamnya sengaja dikurangi. Atau sengaja tidak pakai bumbu masak. Sebut saja ''pemerintah lagi melakukan operasi garam'' atau sebangsanya.
"Anda kan sudah hampir lima tahun hanya merawat ibunda. Dari mana uang untuk hidup?"
BACA JUGA:Guru Tarik Gaji Bulanan di BRI. Menyenangkan Layanan Cepat dan Mudah
BACA JUGA:Transfer Mudah Setor Murah
"Makan tabungan yang kian menipis," katanya. "Saya mau jual rumah yang di Surabaya."
Rumah itu di dekat Krian. Di kampung. Luas tanahnya 8 x 12 meter. Itu dulu ia beli lewat KPR. Masih belum lunas. Masih harus nyicil tiga tahun lagi.
"Tidak menyesal berhenti dari Jawa Pos?”
"Sama sekali tidak. Saya merasa bahagia bisa merawat ibu," katanya. "Saya justru menyesal tidak berhenti lebih awal agar sempat merawat almarhum bapak," tambahnya.