Dua Menit
Penampilan Shakira dan Burna Boy saat halftime show final Piala Dunia 2026 lalu.-FIFA-
BACA JUGA:260 Disway
Akhirnya saya pelototi layar TV itu. Kok tiga komentatornya seperti sedang membicarakan jalannya pertandingan. Dari raut wajah mereka saya ambil kesimpulan: tiga komentator itu menghadap layar TV yang sedang menayangkan semifinal Piala Dunia secara live. Lalu mengomentarinya untuk pemirsa.
Rupanya Rusia tidak hanya dilarang bermain di Piala Dunia bahkan dilarang siaran langsung. Atau, Putin kalah dengan Prabowo: berani bayar mahal untuk mendapat hak siar secara langsung agar rakyat Indonesia bisa menonton secara gratis.
Gubernur Papua kelihatannya mendukung habis program Piala Dunia Prabowo. Sang gubernur Senin lalu meliburkan pegawai negeri di sana. Final Piala Dunia Spanyol-Argentina itu memang baru selesai pukul delapan pagi waktu Papua. Ups..ternyata berita ini hoax. Pemprov Papua sudah mengklarifikasi bahwa berita itu tidak benar.
Bagi saya sendiri pertandingan yang mengesankan adalah saat Jepang lawan Brasil. Lalu Inggris lawan Argentina –khusus di babak pertamanya.
Kali ini final Piala Dunia benar-benar ”kelas final”: paling menarik. Sering dalam event besar seperti Piala Dunia semifinalnya lebih menarik daripada final.
BACA JUGA:Disway Gratis
Tapi menonton tanpa memihak sangatlah tidak asyik. Maka saya lebih tertarik memperhatikan dua atraksi di Piala Dunia: atraksi tim Norwegia dan pertunjukan musik di final.
Setiap kali Norwegia menang, seluruh pemain duduk berjajar di tengah lapangan. Mereka membentuk formasi siap mendayung kapal. Sebuah tambur di depan mereka. Begitu tambur dipukul gerakan dayung serentak dilakukan. Diikuti teriakan keras bersama. Gerakan itu diikuti oleh seluruh suporter Norwegia di tribun stadion. Kian lama pukulan tambur kian cepat. Negitu juga gerakan mendayung dan teriakan serentak itu: HUH !
Itulah atraksi Viking Clap. Atau disebut juga Viking War Chant. Di masa nan silam Norwegia memang dikenal sebagai bangsa Viking: dianggap selalu memenangkan pertempuran laut.
Belum ada atraksi kemenangan serupa Norwegia di mana pun di dunia.
Tentu saya juga sangat terkesan dengan pertunjukan di waktu jeda pertandingan final. Sepak bola telah tunduk pada tradisi kuat Amerika. Seolah ada tekanan: Piala Dunia sepak bola boleh dilaksanakan di Amerika tapi harus menyerap tradisi setempat.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1