Paket Roaming

Monumen kapal selam di Vladivostok, Rusia. -Disway-

Saya tidak peduli. Saya bayar. Saya minta ia pasangkan kartu itu di HP saya: di slot yang berisi kartu telepon Madinah yang sudah mati. On. Sinyal penuh. Lega. Saya bisa berkomunikasi.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

"Saya sudah tiba di Vladivostok," itu WA pertama saya pakai kartu lokal.

"Syukurlah. 很辛苦你..," balas Jannet di Beijing.

Di Vladivostok tiba-tiba saya "buta huruf". Semua petunjuk ditulis dalam huruf Rusia. Tapi saya tahu yang di sana itu kafe --apa pun huruf yang dipajang di depannya. Di situ saya sarapan. Ubi goreng yang irisannya seperti french fries --kentang goreng. Itu tidak penting. Yang penting saya bisa duduk untuk berpikir bagaimana cara pilih hotel. Buka internet. Nama-nama hotel pun muncul. Saya lihat bintangnya. Saya lihat harganya: Huraaaa...!!! Mahal sekali. Semahal di New York di saat ada Piala Dunia.

Saya pun hitung-hitung uang utangan di Beijing kemarin: cukup atau tidak. Alhamdulillah cukup. Tinggal ke konter taksi. Petugasnya langsung sodorkan HP ke saya. Oh... Maksudnyi agar saya bicara di HP-nyi: ke mana tujuan saya. Dia langsung bisa membaca terjemahan apa yang saya ucapkan dalam bahasa Inggris.

Begitulah zaman ini. Saling tidak tahu bahasa, tapi bisa lancar berkomunikasi: berkat si HP bisa jadi penerjemah gratis.

Saya kaget lihat harga taksi ke hotel yang saya pilih: Rp900.000. Tapi emosi segera reda setelah melihat mobilnya: Toyota Alphard. Bukan edisi yang mewah tapi tetap saja Alphard. Dan lagi bandara ini ternyata jauh di luar kota: satu jam perjalanan.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Rupanya salah informasi. Saya dibawa ke sebuah hotel yang dari luar terlihat tidak setara dengan harganya. Saya pun berbicara dengan pak sopir Alphard. Lewat penerjemah gratis. Ia mafhum yang saya maksud. Diantarkanlah saya ke hotel terbaik di Vladivistok. Lokasinya di pusat kota, di pinggir laut.

Di sebelah hotel ini melintang tinggi jembatan baru melintas di atas laut --seperti Jembatan Madura. Di seberang laut terlihat belahan kota Vladivostok.

Sepanjang berjalanan dari bandara saya cari tahu: lokasi apa saja yang menarik, yang harus saya kunjungi. Nomor satu: monumen perang dunia kedua. Nomor dua: jembatan baru. Mudah. Murah. Dua-duanya di sebelah hotel. Jembatan di sebelah kanan, monumen di sebelah kiri.

Pukul 09.00 saya sudah tiba di hotel. Go show. Saya pede saja. Pasti ada kamar. "Saya belum booking. Kami tidak tahu bagaimana mem-booking hotel Anda ini dari luar negeri," kata saya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan