Dokter Icha

Dahlan Iskan-Istimewa-

Di kamar sang adik ditemukan dua HP dan satu surat tertutup. Dua jenis barang bukti itu kini di tangan polisi. Keluarga pun belum sempat membaca apa isi surat Icha.

Dari surat itu kelak akan jelas apa yang terjadi sebenarnya. Tapi, meski masih junior, Icha tergolong sudah kuat dalam memegang teguh kode etik profesi dokter.

Salah satu unsur terpenting yang membuat dokter itu sebuah profesi –bukan pekerjaan– adalah otonomi.

Dokter memiliki otonomi untuk melakukan atau tidak melakukan. Mereka harus melakukan tindakan medis biar pun ditekan orang lain untuk tidak melakukan. Sebaliknya dokter tidak akan mau melakukan biar pun ditekan agar melakukan. Pun bila itu taruhannya jabatan. Bahkan nyawa.

Dokter Icha –Eliza Princila Utami Pakaenoni– mempertaruhkan profesinya sampai ke nyawa. Dokter Icha, di mata saya, adalah pahlawan profesi. Banyak profesi lain tidak lagi punya pahlawan.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Di dunia wartawan kian sulit mencari pahlawan profesi kewartawanan seperti Icha di kedokteran. Pun di profesi pengacara. Juga di profesi hakim bukan?

Apalagi si anak yang digigit ular itu akhirnya benar-benar sembuh.

Tentu saya harus menghubungi dua anggota DPRD itu. Tapi tidak berhasil mendapatkan nomor kontak mereka.

Saya baca di berita online, keduanya membantah telah melakukan tekanan. Memang keduanya mengakui bicara keras kepada Icha tapi tidak ada maksud menekan.

Keduanya juga sudah minta maaf. Keluarga Icha sendiri tidak memperkarakan itu. Bahkan tidak mau jenazah Icha diotopsi.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Tapi latar belakang peristiwa ini harus jelas.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan