9,5 Ha Lahan Terbakar

9,5 Ha Lahan Terbakar-Istimewa-

SUMSEl -OKU EKSPRES.COM-Patroli udara yang dilakukan oleh Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menemukan sejumlah titik api di wilayah Sumsel pada Jumat (15/5).

Tak kurang dari 9,5 hektare lahan dilaporkan terbakar di tiga daerah masing-masing di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim dan Kota Prabumulih, mendapati situasi tersebut petugas bergerak cepat dengan mengerahkan helikopter water bombing untuk mencegah api meluas ke wilayah lain.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman titik Karhutla tersebut terpantau saat patroli udara dilakukan pada Jumat (16/5) siang yang dari hasil pemantauan, api terlihat menyebar di beberapa area dengan kondisi lahan yang cukup kering akibat cuaca panas dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan hasil laporan patroli udara, tiga daerah itu terpantau terjadi karhutla di beberapa titik. Usai mendapat laporan, helikopter water bombing langsung dikerahkan menuju lokasi yang terbakar, ungkap Sudirman, kemarin (16/5). 

BACA JUGA:Hydroponik di Rumah, Cara Praktis Berkebun untuk yang Tidak Punya Lahan

BACA JUGA:Ajak Warga Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Jagung

Wilayah Muara Enim menjadi salah satu daerah yang paling mendapat perhatian dalam operasi pemadaman kali ini, Karhutla terpantau terjadi di wilayah Kecamatan Rambang dan Lembak dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 4,5 hektare. 

Untuk menjinakkan api, satu unit helikopter water bombing diterjunkan dan melakukan 16 kali penyiraman udara dengan total 64 ribu liter air, langkah cepat tersebut dilakukan agar kobaran api tidak merembet ke area lain yang berpotensi memperparah kondisi.

Sampai saat ini BPBD Sumsel bersama tim gabungan masih terus melakukan pemantauan intensif terhadap sejumlah wilayah rawan Karhutla lainnya dan operasi udara didukung oleh satu helikopter patroli dan satu helikopter water bombing. 

Untuk tambahan 1 unit helikopter water bombing saat ini masih dalam proses pengecekan dan verifikasi dengan tambahan luas kebakaran 9,5 hektare tersebut, total area lahan yang terbakar di Sumsel sepanjang periode ini kini mencapai sekitar 88,5 hektare, meningkat dari sebelumnya yang tercatat 79 hektare, bebernya. 

BACA JUGA:Urban Farming di Rumah Panen Cabai dan Tomat Sendiri, Cocok untuk Lahan Sempit

BACA JUGA:Pemkab OKU Siapkan Lahan Hibah, Kantor BPOM Segera Dibangun

Sebelumnya, ancaman ke depan tetap nyata dari prediksi BMKG, musim kemarau 2026 di Sumsel diperkirakan datang lebih awal, yakni pada Mei dengan kondisi cenderung lebih kering dari normal dan puncak kemarau terjadi pada Agustus. 

Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan lebih dini, terutama di 12 kabupaten/kota rawan seperti Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin hingga Musi Rawas Utara (Muratara).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan