Panda Dimsum

Panda Dimsum-Istimewa-

Satu lagi tesis yang saya tunggu kebenarannya: tesis ketua OJK yang baru, Friderica Widyasari Dewi. Setelah diterima presiden itu dia bilang: merosotnya harga saham belakangan hanyalah ”demamnya pasca operasi”. Demam jangka pendek. Setelah demamnya hilang justru akan kian sehat.

Masuk akal juga yang dikatakan Kiky –sapaan Friderica Wisyasari Dewi. Otoritas Jasa Keuangan memang baru saja selesai melalukan koreksi besar. Yakni agar kelemahan-kelemahan pasar modal diperbaiki. Kelemahan itulah yang membuat rating internasional kita turun. Pasar modal kita dianggap kurang terbuka.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Masih ada bagian-bagian tertentu yang harus lebih dibuka lagi. Misalnya siapa pemegang saham di bawah lima persen di satu perusahaan publik. Kadang yang lima persen itu justru menentukan. Lalu siapa penerima manfaat terakhir sebuah perusahaan publik. Kadang nama besar itu tidak muncul di jajaran pemegang saham, komisaris, apalagi direksi. Tapi orang itu bisa punya kuasa mengendalikan dari luar.

Semua ”tuntutan” lembaga internasional itu dipenuhi OJK. Dibenahi. Dalam proses pembenahan itulah terjadilah ”gangguan”. Yang sudah lama menikmati enaknya main di ruang yang remang-remang kini blingsatan: ruang remang itu tiba-tiba diberi lampu terang.

Setelah semuanya mulai terbiasa main di arena yang terang keadaan akan normal kembali. Tidak ada lagi perselingkuhan di ruang remang.

Tesis Kiky itu menarik. Tinggal kita tunggu kenyataannya.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Kasihan. Tekanan untuk tim ekonomi pemerintah luar biasa besarnya. Mereka pasti kurang tidur. Tapi, saya lihat, lima-limanya tampak sehat --hanya Menkeu Purbaya yang terlihat lebih banyak kurang tidur. (Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan