Kelapa Gading
Dahlan Iskan memperhatikan penjelasan Adrianto P. Adhi tentang sanitasi di perumahan Summarecon. -HARIAN DISWAY-
"Apakah beliau pernah berkunjung ke sini?"
"Tentu pernah. Beberapa kali. Sering juga membawa tamu ke sini," ujar Adhi.
"Apakah setuju dengan penggambaran dirinya lewat AI itu?"
"Beliau tidak ada komentar. Hanya senyum-senyum," katanya.
Dari Discovery ini saya baru tahu bahwa sejarah Soetjipto sudah amat sangat panjang di republik ini. Ia sudah keturunan ke-22 yang lahir di Indonesia –sejak nama itu belum ada. Kakek buyutnya adalah salah seorang pendiri ITB.
Soetjipto sendiri alumnus teknik kimia ITB. Ia berbuat banyak untuk almamaternya itu. Satu hektare tanah di Summarecon Bandung dijadikan pusat inovasi ITB. ITB Innovation Park Bandung Technopolis.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Pun sebagai alumnus SMA Pahoa, Jakarta. Soetjipto juga menyisihkan tanah untuk menghidupkan kembali sekolahnya yang sudah lama mati –lebih tepatnya dimatikan di tahun 1966.
Pahoa adalah sekolah Tionghoa yang sangat terkenal. Larisnya maupun mutunya. Kata ''Pa'' diambil dari nama jalan di depan sekolah itu: Jalan Patekoan. Kata ''Hoa'' dari Tionghoa. Lokasinya di Jakarta Kota. Jalan Patekoan kini bernama Jalan Perniagaan. Ketika Orde Baru menutup Pahoa, gedung sekolahnya untuk SMAN 19 Jakarta. Sampai sekarang.
Pahoa didirikan di tahun 1900. Pernah dimatikan oleh Jepang: saat Jepang menjajah Indonesia.
Tapi Pahoa hanya dua tahun mati. Jepang mengizinkan lagi asal ada pelajaran bahasa Jepang.
Tapi peristiwa tahun 1966 membuat Pahoa mati panjang: mati 40 tahun.
BACA JUGA:Disway Gratis