Guru Bimbel

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merilis foto pelaku penembakan saat acara makan malam di Washington, Sabtu, 25 April 2026. - X truth social-

Yang agak aneh: Allen, 31 tahun, adalah alumnus universitas riset teknologi terkemuka di dunia: Caltech --California Technology. Yakni universitas yang hanya punya mahasiswa S-2 dan S-3. Anda masih ingat: saya pernah menyinggung soal Caltech ketika saya mampir ke sana dua tahun lalu. Kampusnya di dekat Pasadena.

Allen mengaku punya bisnis mandiri: game developer. Tembak-menembak sudah menjadi budaya dalam permainan game --termasuk game yang ia ciptakan.

Selebihnya Allen punya pekerjaan tetap: menjadi guru bimbel di kotanya.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Di Amerika ada puluhan ribu jasa bimbingan belajar. Salah satunya: C2, tempat Allen mengajar.

C2 banyak punya cabang di kota-kota yang penduduk keturunan Asianya besar. Orang Asia paling semangat memasukkan anak ke bimbel. Apa saja. Mulai bahasa Inggris sampai matematika.

Bimbel C2 tergolong bertarif mahal karena sifatnya pribadi. Bukan kelas --seperti bimbel di Indonesia. Tarifnya antara 2.000 sampai 6.000 dolar --tergantung banyaknya mata pelajaran dan berapa kali tutor dalam seminggu. Bahkan untuk bimbingan khusus masuk perguruan tinggi ternama sampi 10.000 dolar.

Dari penelusuran penegak hukum di sana diketahui Allen sangat benci Trump. Benci pertama ketika Trump menghentikan dukungan untuk Ukraina. Benci yang belakangan ketika Trump seperti merendahkan Sri Paus.

Allen yang mengaku sebagai Kristen Protestan menganggap Trump sebagai orang Kristen yang menafik. Ia juga menilai Trump sebagai preman. Putusannya untuk gencatan senjata dengan Iran ia anggap sebagai penyerahan diri.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Tentu Trump sudah kebal dengan penilaian seperti itu --pun lebih dari itu. Apalagi kali ini justru bisa membuat namanya kembali dapat simpati di dalam negeri.(Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan