Air Pohon

Air Pohon-Istimewa-

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Tidak menyangka: ternyata Great Canal itu mengalir melewati tengah kota Huai An. Atau saya terbalik: kota ini dulunya sengaja dibangun di pinggir Great Canal. Boleh dikata sebelum ada Great Canal belum ada kota Huai An. Berarti umur kota Huai An sama dengan umur Great Canal: 1000 tahun lebih.

Jalan raya di depan museum itu, 1000 tahun lalu, adalah jalan penghubung antara kantor syahbandar dengan pelabuhan. Museum itu sendiri dulunya adalah kantor itu: kantor bea cukai, syahbandar, dan administrator pelabuhan.

Semua kapal wajib berhenti bersandar di pelabuhan Huai An. Nakhodanya turun dari kapal, berjalan kaki ke gedung pengelola pelabuhan: membereskan segala macam administrasi dan pembayaran.

Di lokasi bekas gedung itu kini tinggal terlihat beberapa bekas batu pondasinya. Sisa temboknya pun sudah tidak ada. Bekas lokasi gedung paling belakang kini untuk museum. Bekas lokasi gedung paling depan dipagari rendah agar wisatawan bisa melihat sisa-sisa batu pondasi.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Setelah melihat museum kami menuju Great Canal. Benar. Kanalnya sudah seperti sungai biasa. Tapi kanan kirinya masih terjaga. Tidak ada bangunan di pinggir sungai –apalagi bangunan kumuh. Kanan-kiri sungai masih terjaga sebagai tanah kosong. Ditanami pohon-pohon keras.

Saya pun jalan kaki menuju pinggir sungai. Rumput tinggi itu saya sepak-sepak pakai sepatu untuk memastikan ada tanah keras yang bisa saya lewati. Sampai pinggir sungai terlihat ada kapal tongkang berhenti. Ujung tali besar tongkang itu diikatkan ke pohon besar di pinggir sungai. Saya amati tongkang itu: panjang sekali. Rupanya empat tongkang digandeng jadi satu rangkaian. Di bagian depannya ada kapal penarik tongkang.

Kapal itu berhenti di Huai An tidak lagi karena harus melapor ke syahbandar. Hanya mau istirahat. Kapal-kapal lain melaju di tengah kanal. Umumnya tongkang.

Ternyata kanal ini masih ramai dengan lalu-lintas kapal. Meski tidak lagi penting tapi masih berfungsi.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Di masa nan lalu Huai An dijadikan pusat administrasi logistik Great Canal karena posisinya. Bukan hanya di tengah jarak antara Hangzhou dan Beijing (1800 km), tapi juga karena Huai An terhubung dengan Huang He (Sungai Kuning) –lewat anak sungainya. Zaman itu Huang He masih bermuara di bagian selatan Shandong. Belakangan muara sungai Huang He pindah jauh ke utara.

Anda sudah tahu: perpindahan muara sungai Huanghe itu terkenal yang paling ekstrem dalam sejarah. Pindahnya sejauh lebih 600 km. Ibarat sungai Citarum yang dulunya bermuara di Bekasi, pindah bermuara di Rembang. Itu terjadi di tahun 1850-an ketika terjadi banjir besar Sungai Kuning. Saking besarnya air 'melompat' ke arah lain.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan