Yossi Cohen
Yossi Cohen-Istimewa-
Prestasi intelijen Cohen memang luar biasa. Yakni saat ia menjabat pimpinan Mossad --lembaga intelijen Israel. Di zaman Cohen-lah intel Israel mampu mencuri seluruh dokumen program nuklir Iran: 2018.
Aksi intelijen itu tidak ketahuan sama sekali. Tidak ada kunci pintu yang rusak. Tidak ada lemari arsip yang bekas dibuka paksa. Tidak ada jejak. Sampai Iran tidak bisa memutuskan siapa di internal proyek itu yang harus dihukum. Inilah operasi intelijen yang tingkat suksesnya masuk dalam kurikulum pendidikan intelijen di seluruh dunia.
Sejak itu Cohen masih terus memimpin Mossad sampai tahun 2021. Di usianya yang 60 tahun Cohen harus pensiun. Setelah itu ia menjabat penasehat pertahanan Netanyahu.
BACA JUGA:Disway Gratis
Israel pun berbagi hasil curian Cohen itu ke Amerika. Israel tahu persis siapa saja yang harus dibunuh agar program nuklir Iran terhambat. Ahli-ahli nuklir Iran pun tewas satu persatu.
Tokoh ilmuwan nuklir utamanya meninggal dua tahun setelah pencurian itu: Mohsen Fakhrizadeh.
Mohsen adalah otak program nuklir Iran. Tiga ahli lain juga tewas: Majid Shahriari, Mostafa Ahmadi Roshan, dan Masoud Alimohammadi.
Hari itu, 27 November 2020, Mohsen, naik mobil bersama istri: Sediqeh Qasemi. Seperti biasa Mohsen dikawal mobil pikap. Ketika sampai di pinggiran timur kota Teheran senjata otomatis menyalak: mengenai Mohsen. Tewas. Senjata itu begitu akurat. Istri Mohsen hanya terluka ringan.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1
Senjata itu ternyata dipasang di mobil pikap pengawal. Dilengkapi kamera pengenal wajah dan peralatan komunikasi. Dengan demikian perjalanan Mohsen bisa dimonitor dari Israel. Di saat yang tepat senjata itu dinyalakkan.
Setelah misi ditunaikan mobil pikap tersebut meledak. Diledakkan dari jauh. Barang bukti menjadi sangat minim.
Anda sebenarnya sudah tahu kisah pembunuhan terhadap otak program nuklir Iran itu. Bahkan rasanya Anda bisa bercerita lebih baik dan lebih lengkap daripada yang saya sampaikan ini.
Mohsen, lahir di Qom 1961, mendapat gelar doktor dari Isfahan University of Technology, Iran. Di samping tugasnya sebagai otak program nuklir, ia juga mengajar fisika di Husein University.