Rumah Ahmadi

Rumah Ahmadi-Istimewa-

Setelah punya hak paten internasional itu Kang Dasep akan terus fokus ke seputar teknologi baterai. Ia akan terus jualan otak.

"Apakah tidak masygul kini melihat mobil listrik asing menguasai pasar Indonesia?

"Itulah dulu yang terus kita bahas. Pasar mobil kita, mobil bensin, sudah dikuasai merek asing. Kini kita punya kesempatan di mobil listrik," katanya waktu itu. "Kalau saatnya tiba jangan sampai mobil listrik pun dikuasai asing. Ini waktunya kita siap-siap untuk tidak terantuk batu kedua kalinya," ujar Kang Dasep mengutip upaya yang dilakukan 13 tahun lalu.

Ternyata, 13 tahun kemudian, kita masuk lubang yang sama.

"Kita tidak usah protes. Jalannya hidup bangsa kita memang harus begitu," katanya. "Kita harus tetap berbuat sesuatu," tambahnya.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Bahwa ia kini menciptakan desain di baterai itu karena sangat mungkin dicapai: pasar kita sangat besar. Sumber material kita, nikel, sangat besar. Kemampuan SDM kita juga besar. "Tiga-tiganya ada di negara kita," katanya.

Dengan menciptakan ''rumah'' baterai yang diintegrasikan dengan sistem pendinginnya Kang Dasep tidak perlu memikirkan jenis baterai yang mengisinya. Bisa lithium fosfat, bisa lithium nikel, bisa solid state, bisa sodium. Apa pun baterainya, pakai ''rumah'' baterai Ahmadi. (Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan