Pulang Kotor
Bersama tamu dari Tiongkok melihat PLTS terapung di Waduk Cirata. -Istimewa-
Saya tidak tahu: siapa yang harus memutuskan soal toilet di rest area ini. Yang jelas saya tidak bisa lagi berbangga di depan tamu dari Tiongkok: kami boleh kalah di semua bidang tapi masih menang di kebersihan toilet. Kini di toilet rest area pun kita kalah.
Sangat menyakitkan harus berhenti menulis di posisi kalah seperti itu. Ibarat suporter bola yang timnya kalah oleh gol di menit terakhir. Tulisan mohon maaf lahir batin di toilet rest area tidak akan mendapatkan maaf.(Dahlan Iskan)