Bela Khamenei

Surat ucapan duka cita dua halaman yang dikirim Megawati untuk Iran.-Istimewa-

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Saya bukan lulusan hubungan internasional. Saya tidak tahu seperti apa tata krama internasional dalam menghadapi kejadian seperti itu.

Mungkin negara-negara Barat menganggap Ayatollah Khamenei adalah penjahat sehingga untuk apa memberi simpati kepadanya.

Megawati menganggap Ayatollah Khamenei sebagai teladan konsistensi seorang kepala negara dalam membela kedaulatan. Tapi Megawati bukan lagi kepala negara.

Di ucapan duka cita itu dia mewakili pribadi, presiden Indonesia ke-5, keluarga PDI-Perjuangan, dan keluarga besar Bung Karno.

Mega tidak perlu merasa takut akan konsekuensi ucapan duka cita itu. Beda dengan posisi kepala negara yang masih menjabat. Apalagi kepala negara itu baru saja menandatangani perjanjian dagang dengan Amerika --yang salah satu pasalnya mengatur sikap apa yang boleh dilakukan terhadap negara lain yang sedang dimusuhi Amerika.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Itu bisa menjadi isu sensitif di dalam negeri. Maka para jagoan diplomasi harus bisa menemukan kalimat khusus yang bisa ditafsirkan simpati oleh Iran tapi tidak bisa ditafsirkan membela Iran oleh Amerika. Diplomat mestinya ahli dalam menemukan rumusan kalimat "penyelamat" yang diperlulan.

Ini baik juga untuk latihan bagi mahasiswa jurusan hubungan internasional: cobalah temukan kalimat itu lalu kirim ke dosen Anda. Siapa tahu Anda bisa langsung diwisuda jadi sarjana.

Presiden Donald Trump terbukti menyusahkan dunia. Termasuk menyusahkan Indonesia: pasar modal Indonesia kembali hancur. Kemarin. Lebih hancur dari situasi genting bulan lalu.

Indek Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia jatuh ke level di bawah kejatuhan yang lalu: kemarin sore ditutup dengan angka tinggal 7.548. Anjlok habis.

Saham-saham energi berguguran. GoTo kembali ke gocap. ELPI yang di krisis bulan lalu justru paling moncer kali ini tersungkur. Saham perusahaan logistik perkapalan offshore itu jadi "juara" jatuh yang terdalam. Padahal perusahaan itu baru saja dapat kredit dari Bank Mandiri Rp 395 miliar.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan