Tujuan IsAm

Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran. -Disway-

Oleh: Dahlan Iskan

OKU EKSPRES.COM-Jadi, apa sebenarnya tujuan IsAm menyerang Iran?

Itulah yang mulai dipersoalkan di Amerika sendiri sekarang. Terutama setelah Ayatollah Khamenei tewas oleh serangan itu.

Ternyata rakyat Iran tidak menyambut dengan gegap gempita tewasnya pemimpin tertinggi Iran itu. Bahkan berduka. Tidak sedikit pun terlihat gerakan rakyat untuk menggulingkan pemerintah.

Bahkan Iran mampu menyerang balik Israel dan sekutu-sekutu Amerika di seputar Teluk Parsi: Kuwait, Qatar, Bahrain, UAE, dan Arab Saudi.

Hanya Oman yang tidak diincar Iran. Itu karena Oman memfasilitasi perundingan nuklir Iran-Amerika. Oman juga bersaksi bahwa ketika serangan dilakukan sebenarnya status perundingan belum dinyatakan buntu.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Awalnya Israel-Amerika Serikat memimpikan perang hanya satu hari: begitu serangan dahsyat dilancarkan rakyat Iran bergerak sendiri menumbangkan pemerintah. Selesai. Sampai 1.200 bom lebih dijatuhkan ke lebih 30 sasaran di Iran sehari pertama itu. Nyatanya impian itu tidak terjadi.

Maka Presiden Donald Trump menegaskan serangan kepada Iran masih akan dilanjutkan. Bisa empat-lima minggu lagi. Bahkan bila harus tanpa akhir sekali pun. Trump juga menegaskan serangan yang lebih dahsyat masih akan terjadi.

Bayangkan serangan 1.200 bom itu masih dianggap belum yang terdahsyat. Berarti, bisa jadi, sasaran bom-bom berikutnya adalah gudang-gudang rudal dan persenjataan Iran. Sampai Iran kehabisan senjata dan tidak bisa melawan lagi.

Tentu Iran juga tahu itu. Saya yang tidak tahu: taktik apa yang dilakukan Iran untuk mengungsikan persenjataan itu agar tidak disasar bom IsAm. Agar Iran bisa terus melawan.

Katakanlah –misalnya– IsAm bisa menghancurkan seluruh persediaan senjata Iran. Apakah Iran akan menyatakan kalah dan menyerah? Pasti tidak.

BACA JUGA:260 Disway

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan