Krisis Bahlil
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran. -Disway-
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Rencana Anda itu akan dievaluasi: apakah Anda benar-benar mampu berproduksi sebanyak yang Anda usulkan. Akan dilihat dulu berapa produksi Anda di tahun sebelumnya. Dilihat juga kinerja Anda. Termasuk ketaatan Anda pada aturan pemerintah. Termasuk di soal lingkungan hidup.
Tanpa persetujuan itu tidak boleh ada penambangan. Maka ada perusahaan yang begitu selesai merayakan malam tahun baru 2026 tambangnya berhenti. Tanpa tahu sampai kapan. Alat-alat berat nganggur –sewanya harus terus dibayar. Orang-orangnya nganggur –harus tetap sarapan dan minum kopi.
Di bulan Januari mulailah beberapa rencana kerja disetujui. Banyak yang tidak cocok dengan yang diusulkan. Banyak yang jumlah produksinya dikhitan.
Begitu Is-Am menyerang Iran –dan Iran membalas– harga ekspor batu bara naik dua dolar. Harga ekspor batu bara biasanya memang mengikuti harga minyak dunia. Batu bara ikut naik.
Belum semua minyak naik harga. Beberapa justru turun: Minas dan Duri termasuk yang turun. Itu minyak produksi dari lapangan minyak di Riau. Harga minyak Kansas, pedalaman Amerika, juga turun sedikit. Selebihnya –ada lebih 200 jenis minyak di dunia ini– naik. Turunnya Minas dan Duri agak aneh. Padahal jenis minyak dari dua lapangan itu termasuk terbaik di dunia –mudah diolah jadi BBM.
BACA JUGA:Disway Gratis
Tidak akan ada rudal Israel dan Iran yang jatuh di Indonesia. Tapi kalau perang sampai menutup selat Hormuz harga minyak bisa di atas USD100 per barel. Itu berarti dana pemerintah Indonesia akan terkuras ke subsidi BBM. Program Makan Bergizi Gratis akan terancam kekurangan gizi.
Pun pengusaha batu bara akan pilih ekspor daripada mencukupi kebutuhan dalam negeri. Ini ancaman serius. Bahlil bisa kehilangan jabatan kalau sampai terjadi krisis listrik –meskipun ada yang menunggu-nunggu pemecatan itu.
Tanda-tandanya sudah mulai ada –tanda krisis batu bara, bukan tanda pemecatan. Banyak pembangkit listrik PLN dan IPP yang kekurangan batu bara. Stok batu bara mereka ada yang tinggal untuk lima hari. Bahkan ada yang tinggal dua hari.
Mereka pun mulai ada yang sengaja menurunkan saturasi –agar pasien bisa menghemat isi tabung oksigen. Pemakaian batu baranya dikurangi 40 persen. Produksi listriknya berkurang. Tentu itu sangat merugikan PLN dan IPP. Tapi rugi besar lebih baik dari pada rugi sangat besar.
Tentu sambil menurunkan saturasi mereka berharap ada tongkang pengangkut batu bara yang segera datang ke pelabuhan khusus mereka. Mereka harus lebih keras berdoa: agar gelombang laut bulan Februari tidak sebesar Februari-Februari lalu.
BACA JUGA:Disway Malang