Tarim Bayi

Tarim Bayi-Istimewa-

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Tidak hanya satu bayi. Beberapa. Diantrekan. Dipangku. Didoakan. Diolesi.

Juga beberapa anak balita. Dipegang kepalanya. Didoakan.

Ada lagi yang menyerahkan botol air yang sudah dibuka tutupnya. Habib Umar meniupkan doa ke dalam botol itu. Antre.

Lalu para mahasiswa. Menghadap. Membawa serban. Didoakan. Serban itu pun diletakkan di bahunya.

Empat mahasiswa Indonesia berdiri. Berjajar. Membaca beberapa ayat Quran di luar kepala. Koor. Itu berarti mereka minta dinilai apakah bacaannya sudah benar. Mereka lulus.

Semua itu berlangsung selama dua jam. Tiap hari Jumat begitu. Di jam seperti itu.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Raut wajah Habib Umar selalu berseri. Selalu agak tersenyum. Rambut jenggotnya diberi pewarna cokelat muda mengilap.

Saya perhatikan raut wajah beliau. Saya seperti sering bertemu wajah itu. Saya membayangkan seperti siapa ya? Lalu saya ingat: seperti bintang film Slamet Rahardjo! Pemain teater terkemuka Indonesia kakaknya Eros Jarot iru. Wajah dan ekspresi Habib Umar mirip Slamet Rahardjo.

Habib Umar sendiri sudah sering ke Indonesia. Alumnus Darul Mustofa di Indonesia mengundangnya. Dua kali ke Kalsel. Ke Jakarta. Ke Surabaya. Ke Kaltim. Ke Lombok. Ke Palembang.

Banyak alumnus yang sudah jadi ulama besar di Indonesia.

Pukul 15.00 acara selesai. Lembaran plastik tipis dihampar di lantai. Di depan saya. Dihampar sampai ke depannya Habib Umar. Masih ke sana lagi.

BACA JUGA:Disway Malang

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan