Jakarta Malang
Jakarta Malang-Istimewa-
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Kiai Imam adalah garis politik di NU. Ia tidak menjadi politikus, tapi membiayai banyak kader NU yang ingin jadi anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Naik drastisnya kursi PKB di Pemilu lalu, antara lain berkat jasanya.
Imam masih belum puas. Harusnya PKB jadi pemenang Pemilu –kalau semua orang NU mendukung PKB. Ia terlihat begitu jelas anti kubu Gus Yahya. Gus Yahya dinilainya sebagai tokoh yang menjauhkan NU dari PKB.
Tapi Imam juga tidak hadir di perhelatan besar di Malang nanti. "Ada kunjungan duta besar ke pondok kami," katanya.
Rasanya dikatakan tidak bisa lagi bersatu juga tidak. Rabu kemarin tepat pleno lengkap bisa diadakan. Semua pihak hadir –meski Kiai Akhyar hadir secara zoom. Tapi hadir. Dan suasananya enak. Membicarakan agenda muktamar persatuan akan datang.
Tapi melihat gencarnya publikasi, acara yang di Malang lusa memang terlihat akan sangat meriah. Akan jauh mengalahkan yang di Jakarta.
BACA JUGA:Disway Gratis
Momentumnya juga lebih pas: krisis bursa saham sudah mulai pulih. Presiden Prabowo sudah bisa hadir di Malang. Persiapan kehadirannya sudah terlihat matang.
Kehadiran Presiden Prabowo di HUT NU di Malang itu bisa ditafsirkan sangat dalam: pemerintah berpihak ke kubu yang mana.
Waktu Gus Yahya mengadakan acara yang sama di Istora, presiden tidak hadir. Konon Presiden mau hadir kalau undangan untuknya ditandatangani empat orang: Kiai Akhyar (rais aam), Kiai Said Asrori (katib aam), Gus Yahya (ketua umum), dan Gus Ipul (sekjen).
Waktu itu, dari pihak pemerintah yang hadir adalah Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar. Tokoh NU moderat. Tidak berpihak ke mana pun.
Wartawan Disway yang meliput acara di Senayan itu mencatat suasana yang kurang meriah. Tidak seperti biasanya kalau NU bikin acara massal.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1