Hady Alan
Dahlan Iskan bersama Hady Karyono dan istri. -Disway-
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Ada yang mencoba menjawab: "atom". Pasti itu jawaban dari pelajaran sekolah zaman dulu. Belakangan sudah ditemukan benda lebih kecil dari atom. Lalu ditemukan lagi yang lebih kecil lagi.
Akhirnya disepakati bahwa benda terkecil itu masih bisa dibelah lagi menjadi lebih kecil: disebut gelombang.
Begitulah penjelasan seorang ahli fisika kepada saya. Saya percaya pada keilmuannya. Bagi yang tidak percaya bisa membantahnya.
Kalau saja informasi itu benar, maka suatu saat kelak benda-benda yang perlu didistribusikan Borwita bisa diurai menjadi gelombang. Lalu ditransmisikan lewat email. Sampai di tujuan sana gelombang-gelombang itu disatukan lagi. Jadi benda aslinya lagi.
Mungkin itu belum akan terjadi ketika semua orang masih waras. Namanya saja berkhayal. Kalau pun teknologi akan sampai di sana Borwita mungkin tetap bisa memanfaatkannya. Sekarang pun Borwita sudah memanfaatkan teknologi terbaru: artificial intelligence. Borwita punya layanan AI, sangat mirip ChatGPT.
BACA JUGA:Disway Gratis
Namanya Bowie.
Bowie adalah nickname yang keren untuk Borwita.
Produsen yang mempercayakan distribusi barangnya ke Borwita bisa masuk ke aplikasi Bowie. Bisa bertanya apa saja mengenai status barang mereka. Sampai ke perkembangan penjualannya. Termasuk agen mana saja yang berkembang dan yang tidak berkembang.
Di resepsi ulang tahun ke 50 Borwita --dua hari sebelum diskusi dengan saya itu-- Bowie diluncurkan. Resepsi ulang tahun itu sendiri megah-meriah. Gemerlap.
Perusahaan-perusahaan yang mendistribusikan barang lewat Borwita diundang. Mereka boleh naik panggung mencoba aplikasi Bowie.
Seorang produsen, wanita, naik pentas. Layar digital memenuhi semua dinding ballroom. Ke mana pun hadirin menghadap bisa menyaksikannya.
BACA JUGA:Disway Malang