Rambo Batman

Rambo Batman-Istimewa-

Bayangan skenario mirip itu pernah terjadi di tahun 1965: di Jakarta. Begitu tujuh jenderal TNI-AD diculik, revolusi partai Komunis Indonesia bisa dilakukan. Toh gagal juga. Akibatnya, justru terjadi revolusi balasan: yang meninggal bukan lagi 3.000 tapi 500.000 orang –atau jauh lebih besar dari itu.

Rencana revolusi di Iran pun gagal –setidaknya sampai hari ini. Lebih mengesalkan dari ejakulasi dini. Amerika tidak jadi datang.

Berbeda dengan di Jakarta tahun 1965. Beberapa batalyon sebenarnya sudah tiba di Monas. Misalnya dari 350 Madiun dan 544 Magelang.

Tapi lucu sekali: begitu tujuh jenderal dibunuh mereka tidak tahu harus melakukan apa. Mereka tentara profesional, bukan ideologis. Mereka hanya tahu: diperintahkan ke Jakarta sebagai persiapan HUT ABRI tanggal 5 Oktober.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Kenapa Amerika tidak jadi datang? Yang pasti Iran bukan Venezuela. Sekutu AS di sekitar Iran sendiri minta serangan itu jangan dilakukan: perang bisa meletus.

Di Venezuela tidak satu pun perlawanan dilakukan. Tidak satu pun senjata menyalak ke arah pasukan Amerika yang datang ke sana. Apalagi roket anti serangan udara. Semuanya bisu. Semuanya kelu.

Itu yang dianggap mustahil terjadi di Iran. Tapi Trump selalu punya kalimat untuk menjelaskan mengapa pasukan Amerika tidak jadi datang ke Iran.

"Sudah tidak ada pembunuhan aktivis lagi di sana. Mereka berjanji tidak akan melakukan kekerasan lagi".

Itu berarti keadaan di dalam negeri Iran sudah mulai terkendali.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Saya menduga: dari 3.000 yang tewas itu sebagian sudah lama masuk daftar hitam penguasa Iran. Yakni mereka yang dianggap ''musuh negara''. Atau dalam bahasa patriotisme mereka itu dianggap ''pengkhianat negara'' –dan hukumannya adalah mati.

Begitu banyak mata-mata yang berpihak ke Israel di Iran.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan