Petani Kopi OKU Selatan Keluhkan Harga Jual yang Terus Merosot

Petani kopi OKU Selatan keluhkan harga jual yang terus merosot. -Hos-

OKU EKSPRES.COM - Petani kopi di Kabupaten OKU Selatan menaruh harapan besar agar harga kopi di pasaran kembali membaik. 

Harapan ini muncul seiring dengan anjloknya harga jual kopi dalam beberapa waktu terakhir, yang dinilai belum mampu menutup biaya produksi dan perawatan kebun.

Salah satu petani kopi setempat, Medan, menyampaikan bahwa penurunan harga tersebut berdampak langsung pada penghasilan petani. 

Di tengah harga kopi yang melemah, biaya pupuk, perawatan tanaman, hingga upah tenaga kerja justru terus mengalami kenaikan, sehingga keuntungan yang diperoleh semakin terbatas.

Menurutnya, kondisi ini membuat petani berada dalam situasi sulit. Hasil panen yang diperoleh sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara biaya pengelolaan kebun tidak bisa ditekan. 

BACA JUGA:Harga Kopi Anjlok hingga Rp43 Ribu per Kg, Petani Kian Resah Jelang Panen

BACA JUGA:Harga Kopi di OKU Selatan Stagnan, Pengepul Resah Tak Bisa Raup Untung

“Dengan harga seperti sekarang, kami sangat terbebani. Biaya perawatan kebun cukup besar, tapi hasilnya tidak sebanding,” katanya, Minggu (18/01/2026).

Tak hanya persoalan harga, petani kopi juga harus menghadapi cuaca yang sulit diprediksi serta ancaman hama yang berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas panen. 

Berbagai tantangan tersebut semakin menambah tekanan dalam mengelola perkebunan kopi.

Atas kondisi itu, para petani berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam upaya menjaga kestabilan harga kopi di tingkat petani.

BACA JUGA:Harga Kopi di OKU Selatan Naik Jadi Rp50 Ribu per Kg, Petani Mulai Panen Lebih Awal

BACA JUGA:Harga Kopi di OKU Selatan Naik, Kini Capai Rp60 Ribu per Kilogram

Mereka meyakini, apabila harga kopi kembali stabil dan meningkat, kesejahteraan petani dapat lebih terjamin. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan