Anomali Iran

Potret aksi demonstrasi di Iran yang sempat beredar di media sosial sebelum adanya pembatasan akses internet. -Istimewa-

Oleh: Dahlan Iskan

OKU EKSPRES.COM- Saya mati kutu: tujuh kenalan saya yang tinggal di Iran sulit dihubungi. Kiriman WA saya tidak terjawab: centang satu. Berarti benar: internet di sana sedang diblokade oleh pemerintahnya.

"Jangankan internet. Starlink-nya Elon Musk saja berhasil diblokade," ujar Dr Muhsin Labib, tokoh nomor satu syiah di Indonesia.

Elon memang mengumumkan: untuk warga Iran bisa menggunakan Starlink. Semua warga Iran tidak usah bingung. Tidak dapat internet bisa langsung ke satelit. Pakai Starlink. Gratis.

Langkah Starlink seperti itulah yang memperjelas adanya campur tangan Amerika di Iran. Agar rakyat Iran berontak. Dan itu sudah terjadi. Demo besar-besaran meledak di Teheran. Juga di kota-kota besar lainnya.

Foto-foto yang dilansir media Barat menunjukkan besarnya demonstrasi itu. Bahkan seorang warga Iran di Jakarta –seperti Anda baca di medsos– memastikan yang terjadi bukan lagi demo. Itu sudah revolusi. Kalau saja internet tidak diblokade bisa jadi demo itu memang bisa meningkat: jadi revolusi.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Tapi pemerintah Iran ambil langkah keras. Seperti Tiongkok di Hong Kong. Setelah Iran tanpa internet kita tidak tahu lagi apa yang terjadi di sana.

Kemampuan Iran memblokade Starlink menandakan all out –yang pemerintah dalam menangani gerakan itu.

Yang jelas tidak ada kabar bahwa Iran sudah runtuh.

Memang setelah Amerika berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro negara-negara di seluruh dunia seperti tidak ada artinya. Dunia hanya bisa kagum dengan skenario penangkapan itu. Sampai tidak satu pun senjata anti serangan udara militer Venezuela punya waktu untuk meluncur ke udara. Semua sudah dibius oleh Amerika –pakai teknologi laser dan artificial intelligence.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan