Asta Cashtry
Asta Cashtry-Istimewa-
Sakit seperti Pak Jokowi itu disebut SJS sejak tahun 1922. Yakni sejak dua dokter ahli kulit Amerika menerbitkan tulisan di jurnal tentang ditemukannya penyakit seperti itu. Nama mereka Stevens dan Johnson.
Kini banyak orang terkena SJS. Cashtry punya klinik penyakit kulit dan kelamin di Jakarta. Sebulan dia hanya berpraktik lima hari --seperti tidak butuh uang. Waktu selebihnya dia habiskan untuk pengabdian dan penelitian. Di mana ada bencana di situ ada Cashtry. Termasuk di Aceh Tamiang yang terkena banjir bandang bulan lalu.
Hanya dari lima hari praktik Cashtry menemukan beberapa kasus SJS. Tapi tahapnya masih sangat awal. Dengan demikian masih bisa disembuhkan?
"Tidak bisa. Tapi karena awal masih bisa dikendalikan," ujar Cashtry.
Dia tidak heran kalau wajah penderita SJS berubah. "Itu disebut wajah moon face", katanyi. Itu dampak dari obat untuk mengendalikan SJS.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Kalau lagi tidak ada bencana Cashtry terjun ke daerah-daerah kritis stunting. Objek utamanya di kepulauan Nias. Di situ Cashtry bekerja sama dengan gereja BNKP.
Dr dr Cashtry Meher dalam sebuah kegiatan di BNKP.--
Awalnya saya menebak BNKP itu singkatan dari Batak Nias Kristen Protestan. Ternyata salah. Inilah yang benar: Banua Niha Keriso Protestan.
Anda sudah tahu apa arti Banua Niha: Tanah orang Nias. Keriso adalah Kristus. Itulah gereja terbesar di seluruh Nias. Di situ Cashtry sekaligus melakukan penelitian. Disertasi doktornyi diambil dari situ. Banyak sekali Cashtry menulis jurnal ilmiah dari Nias.
Cashtry sendiri orang Medan. Ayahnyi keturunan Afganistan. Ibunyi: Tionghoa dari Pontianak. Karena itu dia pernah ke Afganistan. Dua kali. Masih punya keluarga di sana. "Kalau ke Pontianak sering," katanyi.
Gelar dokternyi sendiri diperoleh dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Di UISU pula master dan doktornya.
BACA JUGA:Disway Gratis