Imbau Warga Siaga
BPBD Imbau Warga Siaga-Istimewa-
SUMSEL - OKU EKSPRES.COM- Curah hujan tinggi yang melanda hampir merata di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Muara Enim, mengharuskan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi terjadinya banjir. Bupati Muara Enim H Edison mengimbau kepada seluruh kepala desa (Kades) se-Kabupaten Muara Enim untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah. "Para kades sudah saya minta supaya berkomunikasi dengan Pemkab Muara Enim, terutama BPBD," ujar Edison, Selasa (13/1).
Edison mengatakan, banjir yang terjadi ini merupakan musiman di beberapa titik. Namun, kata dia, apa pun itu tetap antisipasi dan waspada agar musibah jangan sampai terjadi. "Setidaknya minimalisir dampak banjir yang dialami masyarakat," terangnya.
Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang itu pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu siaga dan waspada banjir. "Apalagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan daerah rendah, harus siaga agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," pesannya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra ST MT menyampaikan terdapat beberapa wilayah yang terendam banjir dalam sepekan terakhir. "Di Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas, ada 27 rumah yang kebanjiran karena luapan gorong-gorong," ujar Rozieq.
BACA JUGA:BPBD OKU Ingatkan Warga Waspada Dampak Hujan Panjang
BACA JUGA:Sembilan Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor, BPBD OKU Selatan Tingkatkan Kesiapsiagaan
Di tempat lain, banjir merendam jembatan penghubung jalan Pemda dan Kecamatan Lubai Ulu di Desa Gumawang, Kecamatan Rambang Niru, dan Jalan Pemda Lintas Muara Enim—Lubai tepatnya di Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Niru. "Banjir ini akibat luapan Sungai Birek, tapi sekarang sudah surut dan bisa dilewati," jelas Rozieq.
Rozieq pun memastikan BPBD Muara Enim terus melakukan monitoring terhadap daerah yang rawan banjir, khususnya daerah yang berdekatan dengan aliran Sungai Lematang maupun anak sungai. "Biasanya daerah pemukiman yang dekat aliran sungai akibat luapan air kiriman dari hulu sungai," pungkasnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang secara resmi mengeluarkan peringatan dini dan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lengah terhadap potensi bencana alam. Ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, kini membayangi warga, terutama mereka yang bermukim di zona merah.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Pahri, menegaskan bahwa meski warga sudah terbiasa dengan kondisi alam setempat, situasi saat ini memerlukan kewaspadaan ekstra. "Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sekitar sungai ketika hujan deras dan menghindari lokasi-lokasi yang rawan longsor," tegas Pahri.
BACA JUGA:BPBD OKU Terima Hibah Mobil Rescue dari BNPB
BACA JUGA:Sembilan Kecamatan Rawan Banjir dan Longsor, BPBD OKU Selatan Tingkatkan Kesiapsiagaan
BPBD merilis sejumlah tanda bahaya yang wajib dipantau warga secara mandiri, antara lain jika munculnya retakan tanah secara mendadak di lereng atau perbukitan, aliran air permukaan yang tidak biasa atau keruh secara tiba-tiba, dan kenaikan debit air sungai yang sangat cepat dalam waktu singkat.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, BPBD Empat Lawang tidak ingin kecolongan. Sejumlah personel tim reaksi cepat telah disiagakan selama 24 jam penuh di titik-titik rawan bencana untuk melakukan pemantauan intensif. "Jika menemukan tanda-tanda bahaya, segera laporkan ke pihak berwenang atau posko BPBD terdekat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," tambah Pahri.