Pilihan Baru

dr Edwin Ongkoraharjo (kiri) bersama Soedomo Mergonoto (tengah).-Disway-

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Dengan suhu uap di atas 60 derajat sejumlah sel prostat di dekat jarum lama-lama bisa mati sendiri. Mati secara sehat. Dengan matinya sejumlah sel, prostat pun mengecil.

"Dari pengalaman saya, hasilnya baru bisa dirasakan setelah dua atau tiga bulan," ujar dr Edwin Ongkoraharjo, spesialis urologi (Unair) yang juga Dirut RS Adi Husada.

Dalam sebulan terakhir sudah 10 pasien ditangani di rumah sakit itu. Dua pasien tidak jadi dikerjakan karena ada indikasi masuk tahap kanker prostat.

Adi Husada adalah satu dari lima rumah sakit anggota Forkom: Husada Jakarta, Telogo Rejo Semarang, RS Dr Oen Solo, Adi Husada Surabaya, dan Panti Nirmala Malang.

Itulah rumah-rumah sakit milik perkumpulan Tionghoa. Di masa sebelum lahir Indonesia warga Tionghoa punya banyak perkumpulan. Mereka punya rumah sakit. Punya sekolah-sekolah Tionghoa. Punya rumah dansa. Rumah musik.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Masing-masing perkumpulan independen. Bentuk lembaganya, umumnya ''perkumpulan''. Bukan yayasan. Bukan perseroan.

Tahun lalu Telogo Rejo genap berumur 100 tahun. Tahun sebelumnya Husada Jakarta 100 tahun. Tahun depan Adi Husada 100 tahun. Perkumpulan yang menaungi Adi Husada memang didirikan tahun 1927 –bersamaan dengan tahun berdirinya Persebaya.

"Saya juga bonek Pak," ujar Edwin. "Sampai sekarang pun masih sering nonton di Gelora Bung Tomo," tambahnya.

Edwin bercerita, Adi Husada membeli rezum atas instruksi ketua umum perkumpulannya. Namanya: Soedomo Mergonoto. Anda sudah tahu siapa Soedomo: konglomerat pemilik kopi Kapal Api.

Kini tokoh-tokoh besar bisnis di Surabaya kumpul di Adi Husada. Termasuk Wen Tjin yang punya pabrik emas sangat besar.

Mereka sebenarnya anggota baru. Bukan pendiri. Ayah mereka pun belum lahir di tahun itu. Mereka ingin membuat Adi Husada menjadi rumah sakit yang modern.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan