Gagal Sukses
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1
Belum lagi kalau investor merasa ''New York Baru'' kurang menarik untuk bisnis. Lalu mereka #kaburdulu.
Yang memperkirakan Zohran berhasil didasarkan pemikiran bahwa New York sudah telanjur kaya. Telanjur jadi pusat keuangan dunia. Infrastruktur dasar sudah terbangun lama. Memang, saatnyalah sekarang masuk tahap membangun infrastruktur sosial. Itu bisa membuat lapisan bawah lebih produktif –satu sumber kemajuan bersama.
Mungkin juga akan terjadi kompromi. Sebagian janji dipenuhi. Sebagian lainnya ''ditunda''. Para pengusaha besar bisa saja tidak jadi kabur tapi juga mau menurunkan derajat kerakusan mereka.
Sudah lima hari ini Zohran terlihat terus memerangi perusahaan real estate besar. Mereka memang punya banyak taktik untuk tidak menaikkan sewa. Tapi memungut biaya-biaya lainnya. Misalnya ada uang perbaikan, uang lift, uang pemeliharaan, uang kebersihan, uang pencegah tikus dan apa saja.
Taktik pengusaha real estate di sana sama saja dengan di mana saja: penghuni lama dibuat tidak kerasan. Lalu pindah. Agar penghuni baru masuk dengan sewa lebih tinggi.
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
BACA JUGA:260 Disway
New York memang menjadi awal lahirnya prinsip baru dalam bisnis real estate: "rumah adalah aset. Aset adalah instrumen keuangan".
Beda dengan prinsip penyewa: rumah adalah tempat tinggal. Di desa saya pun begitu: rumah bukan aset, tapi tempat membangun keluarga.
Bahkan di Bronx dikembangkan prinsip baru oleh orang seperti Tascha: rumah adalah hak asasi manusia.
Dua prinsip itu kini berhadap-hadapan di New York. Ditonton oleh orang sedunia –termasuk Anda. Semua ingin tahu: seperti apa endingnya. Gaya Hollywood atau Bollywood. (Dahlan Iskan)