Tiga Serangkai
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine. -Disway-
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Tiga orang itu beda agama semua: Zohran, Islam. Saat mengucapkan sumpah menggunakan Quran.
Jumaane Williams, Kristen. Kulit hitam. Jabatannya: advokat rakyat. Tugasnya membela hak-hak warga kota yang dirasa kurang dapat perhatian. Juga penampung komplain warga kota. Lebih bergigi dibanding ombudsman. Kalau wali kota berhalangan tetap pejabat inilah yang menggantikan wali kota. Ia bersumpah dengan Injil.
Pejabat ketiga yang juga dilantik bersamaan dengan Zohran adalah: Mark D. Levine. Ia Yahudi. Dilantik dengan kitab suci Yahudi. Jabatan Mark adalah:comptroller.
Jabatan ini sangat penting: pengontrol penggunaan anggaran pemkot secara total.
Zohran, Jumaane, dan Mark sama-sama dipilih langsung oleh rakyat. Bisa saling kontrol. Tidak bisa saling pecat. Tujuannya: agar wali kota dikontrol ketat dalam menggunakan kekuasaannya. Terutama kekuasaan di bidang keuangan.
BACA JUGA:Disway Gratis
Kalau di Indonesia pejabat comptroller itu seperti menteri keuangan merangkap Irjen, BPK, BPKP, dan KPK sekaligus. Sangat berkuasa. Lebih berkuasa dari sekadar menteri keuangan.
Comptroller bisa menghentikan proyek yang menggunakan dananya tidak baik. Semua dana proyek baru bisa cair kalau comptroller sudah setuju. Kontrak proyek, baru sah kalau comptroller sudah menyetujuinya.
Termasuk dalam penggunaan dana pensiun kota New York: comptroller sangat ketat menjaganya. Tidak bisa terjadi kasus seperti di Asabri atau Taspen dan Jiwasraya.
New York punya dana pensiun termasuk terbesar di dunia: USD250 miliar. Itu dana pensiun guru, polisi, pemadam kebakaran dan pegawai Pemkot. Hampir Rp 4.000.000.000.000.000.-
Nama jabatan penting itu saya anggap lucu: comptroller. Bukan "controller". Tapi maksudnya sama.
Bagaimana asal usulnya ''controller'' bisa menjadi ''comptroller?'
BACA JUGA:Disway Malang